Lain-Lain

Sampai Kapan Karsiman Sakit dalam Tahanan Polda?

karsiman sukamulya
Matdon
Ditulis oleh Matdon

Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Bab III Pasal 14 Ayat 1 poin (h) disebutkan salah satu tugas pokok Polri adalah menyelenggarakan identifikasi kepolisian, kedokteran kepolisian, laboratorium forensik, dan psikologi kepolisian.

Nah, di bidang kedokteran kepolisian harus dapat terus berperan sebagai “malaikat” bagi organisasi kedokteran dan kesehatan Polri. Oleh karena itu kedokteran kepolisian sebagai salah satu pengemban tugas atau fungsi teknis kepolisian, harus dapat berperan dalam mendukung tugas-tugas pokok Polri seperti yang diamanatkan pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Bab III Pasal 13.

Menyimak kasus tiga tersangka petani Sukamulya, Majalengka, yang ditahan di Polda Jabar, salah seorang dari mereka terluka matanya, lebam kena pukulan. Tim pendamping sudah berusaha meminta dokter dari polisi untuk mengobati tahanan tersebut. Sayangnya, pelayanan kesehatan hari itu sudah tutup. Hari Sabtu siang minggu kemarin, tim pendamping sudah coba mengontak RS Islam Bandung. Dokter datang untuk memeriksa tahanan, tetapi tidak diizinkan oleh petugas polisi Polda Jabar. Dokter pun pulang.

”Pak Karsiman, yang sakit itu, tidak mengaku sakit, tapi dari bahasa tubuhnya, ia tampak sakit,” kata Yayan, ketua KPRI Jabar selaku salah satu pendamping. Upaya untuk mendatangkan dokter sudah dilakukan, tapi keukeuh tak dapat izin. Beberapa rekan wartawan pun sudah mau membantu. Anwar, wartawan Tempo misalnya. Akan tetapi surat izin dari kepolisian belum juga turun, sehingga sampai saat ini kondisi Karsiman masih belum ada penanganan dari dokter, baik dokter kepolisian maupun dokter umum. Kasihan.

Kita tahu, Polri yang merupakan organisasi besar yang harus dibangun dan dikembangkan dengan konsep membantu masyarakat, termasuk tahanan, agar dapat terus berkiprah dan berdaya guna, serta berhasil guna bagi masyarakat Indonesia dan dunia internasional.

Kedokteran kepolisian harus mampu mengatur pelaksanaan dan pengaturan praktik kedokteran sesuai dengan yang diatur dalam Undang-undang No 29 tahun 2004 tentang Praktik kedokteran, karena pelaksanaan kedokteran kepolisian pada intinya terdiri dari bidang yang diemban oleh dokter dan dokter gigi.

Dokpol atau dokter polisi merupakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran untuk mendukung tugas operasional kepolisian. Dokpol tidak identik dengan kedokteran forensik, tetapi kedokteran forensik adalah salah satu cabang ilmu kedokteran yang diterapkan pada kedokteran kepolisian.

Dokter polisi mempunyai ciri khas memakai seragam cokelat Polri dibalut jas putih dokter ataupun rompi hitam Dokpol dalam pelaksanaan tugasnya. Walaupun kebanyakan dalam dinas sehari-hari, dokter polisi mengenakan pakaian dinas harian (PDH) Polri seperti anggota Polri pada umumnya.

Fungsi Dokpol ialah melaksanakan kegiatan untuk kepentingan tugas kepolisian meliputi kedokteran forensik, identifikasi korban mati akibat bencana/Disaster Victim Identification (DVI), kesehatan lapangan, razia narkoba, dan tugas-tugas operasional lain, serta pelayanan kesehatan bagi anggota Polri dan keluarga.

Ya, dan sebagai orang kecil, Karsiman tidak butuh undang-undang dan sebagainya, tetapi butuh dokter yang memeriksanya karena ia sakit. Butuh sehat, butuh kasih sayang sebagai manusia. Sampai kapan Karsiman sakit dalam tahanan Polda?

Tentang Penulis

Matdon

Matdon

Jurnalis, penyair, dan salah seorang pendiri Majelis Sastra Bandung

Tinggalkan komentar