Lain-Lain

Pembubaran Paksa Ibadah dan Penangkapan 106 Anggota KNPB adalah Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkumpul serta Merusak Demokrasi

papua
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Seolah tak cukup dengan pelbagai kekerasan yang dipertontonkan secara vulgar tanpa mengindahkan kemanusiaan di Papua, pada hari Sabtu, 19 November 2016, lebih dari 106 warga Papua yang sedang mempersiapkan ibadah bersama untuk merayakan syukuran ulang tahun ke-8 serta pelantikan pengurus wilayah Komite Nasional Papua Barat/KNPB ditangkap di lapangan SPG Sorong dan digelandang ke kantor Polres Sorong Kota.

Dalam pemberitaan Tabloid Jubi, Juru Bicara KNPB Sorong Agustinus Aud menjelaskan bahwa ibadah syukuran HUT KNPB dan pengukuhan/pelantikan Badan Pengurus KNPB Sorong Raya dibubarkan paksa oleh Tim Gabungan TNI/POLRI sekitar pukul 08.32 WIT di lapangan SPG Marantha Sorong Kota. Pembubaran ini berujung pada penangkapan semua warga Kota Sorong yang datang ikut dalam kegiatan ibadah syukuran HUT KNPB Sorong Raya.

Nama-nama yang sempat ditangkap dan diinterogasi di Polresta Sorong Kota antara lain; 1. Agustinus Kossay (Ketua 1 Pusat) 2. Warpo Sampai Wetipo (Ketua Dipolmasi Pusat) 3. Arnoldus Kocu ( Ketua umum KNPB Sorong Raya) 4. Agustinus Aud (Ketua 1 Sorong Raya) 5. Steven Peyon (Sekretaris Sorong Raya) 6. Otto Pagawak (Sekretaris 1 Sorong Raya) 7. Margaretha Pagawak (Bendaraha Umum Sorong Raya) 8. Ivon Antoh (Bendahara 1 KNPB Sorong Raya) 9. Christine Bikin 10. Waniok Kabel 11. Usman Hiluka 12. Nemiles Wunungga 13. Jack Badii (Humas KNPB Sorong Raya) 14. Gery Faluk 15. Alince Yikwa 16. Emy Jika 17. Karis Gombo 18. Yulina Yikwa 19. Christine Enambere 20. Sirina Pagawak 21. Ida Yikwa 22. Agulince Wandikbo 23. Uthena Pagawak 24. Elin Togodly 25. Makes Yohame 26. Klarce Fees 27. Gaspar Kamat 29. Apolinus Mate 30. Felix Kamat 31. Yohanes Asem 32. Thomas Asem 33. Yakobus Asem 34. Paula Asem 35. Fransiskus Asem 36. Agustinus Kamat 37. Ema Asem 38. Yoshep Kamat 39. Abel Asem 40. Yohanis Kamat 41. Yoshep Aitrem 42. Adrianus Asem 43. Yohan Asem 44. Romario Kamat 45. Novalina Aisnak 46. Sileke Kamat 47. Teresia Asem 48. Yony Golab 49. Novita Asem 50. Vilo Asem 51. Yesias Asem 52. Antonius Asem 53. Yeremias Asem 54. Bernadus Asem 55. Yoram Asem 56. Marinus Aitrem 57. Viktor Aitrem 58. Velix Faan 59. Moses Faan 60. Ulis Hiluka 61. Enius Gombo 62. Mius Tabuni 63. Herman Kepno 64. Atimius Yikwa 65. Hata Trogea 66. Yeppy Karoba 67. Agustina nomor 68. Rosalina Badii (Bayi 8 Bulan) 69. Aldo Yohame (Anak 5 Tahun) 70. Silas Kalawen 71. Ana Mirino 72. Gerda Malalu 73. Jackson Manaman 74. Matan Yohame 75. Mina Kamarace 76. Nalia Yard 77. Denius Wasage 78. Tas Feed 79. Chasmas Kamat 80. Moses Faan 81. Marthen Denda 82. Mosos Wandik 83. Arnold Kepno 84. Jhon Siep 85. Sani Wenda 86. Yery kepno 87. Terus Karoba 88. Ismael Gombo 89. Emius Karena 90. Adam Yenjau 91. Yakop Yenjau 92. Fofo Asem 93. Ely Wandik 94. Aten Kossay 95. Yoppy Karoba 96. Menase Endambia 97. Turinus Pagawak 98. Fred Yikwa 99. Boban Pagawak 100. Debora Gombo 101. Abed Nego Yikwa 102. Jhon Wanimbo 103. Ferly Wenda 104. Mikha Giban 105. Oschar Solossa 106. Kantius Heselo

Pada pukul 14.35 WIT, sebanyak 100 orang dikeluarkan dari tahanan, namun enam anggota KNPB Sorong Raya masih ditahan sampai saat ini dengan sangkaan melakukan makar dan penghasutan, yaitu:
1. Agustinus Kossay
2. Arnoldus Kocu
3. Kantius Heselo
4. Jack Badii
5. Mika Giban
6. Oskar Solossa

Tindakan semena-mena aparat ini jelas melanggar hak warga negara untuk beribadah tanpa ancaman ketakutan, kebebasan berkumpul, dan kebebasan berpendapat sebagaimana diatur dalam pasal 28 dan pasal 29 Undang-Undang Dasar negara Indonesia.

Dibiarkannya Maklumat Kapolda Papua yang dikeluarkan pada 1 Juli 2016 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum di Papua yang mengkriminalisasi beberapa ormas di Papua seperti KNPB dan potensial mengkriminalisasi masyarakat Papua menjadi salah satu persoalan yang tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah Indonesia. Padahal sangat jelas, aturan ini dijadikan landasan untuk memberangus kemerdekaan berkumpul dan berekspresi serta berpendapat masyarakat Papua.

Kemudian ditambah lagi dengan pengakuan Kapolres Sorong Kota AKBP Edfrie Maith yang mengaku telah bersepakat dengan jurnalis di Kota Sorong untuk tidak memberitakan penangkapan ini dapat dikategorikan sebagai tindakan sensor yang merupakan pelanggaran atas kebebasan berekspresi yang diatur dalam pasal 28 F UUD dan pasal 1 ayat 9 dan pasal 2 UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pokok Pers yang menjamin kemerdekaan pers sebagai salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum selain hak pers atau jurnalis untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Selain itu tindakan tersebut adalah tindakan yang sangat memalukan bagi jurnalis yang terlibat, alih-alih menyampaikan informasi kepda publik, malah menyembunyikan informasi tersebut dengan maksud dan tujuan tertentu serta jelas melakukan pengkhianatan terhadap kerja jurnalisme.

Upaya tersebut mengkonfirmasikan bahwa selama ini terjadi praktek penyensoran berat sehingga sangat jarang berita-berita aktual yang terjadi di Papua diangkat ke publik luas, sehingga publik tidak dapat mengetahui kondisi faktual di Papua.

Dalam rilis persnya, Gerakan Masyarakat untuk Demokrasi (GEMA DEMOKRASI) yang terdiri lebih dari 75 organisasi masyarakat sipil dan individu yang peduli pada persoalan demokrasi dan keadilan menyatakan:

1. MENGUTUK KERAS pembubaran paksa ibadah dan penangkapan 106 anggota KNPB yang dilakukan oleh aparat kepolisian Sorong Kota.

2. MENUNTUT segera dibebaskannya penahanan 6 orang anggota KNPB hingga hari ini di Polres Sorong Kota

3. MEMINTA penyelidikan atas pelanggaran kebebasan beragama dan berkumpul yang dilakukan oleh aparat kepolisian Sorong Kota.

4. MENDESAK Kapolri memerintahkan Kapolda Papua mencabut Maklumat Kapolda Papua yang dikeluarkan pada 1 Juli 2016 yang memberangus kemerdekaan berkumpul dan berekspresi serta berpendapat masyarakat Papua.

5. MEMINTA Dewan Pers untuk bertindak terhadap Para Jurnalis serta memberikan sanksi etik kepada para Jurnalis yang terlibat serta memastikan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi lagi. Karena perbuatan tersebut merupakan pelanggaran kode etik jurnalis dan penghianatan terhadap UU Pers

6. MENDESAK dilakukannya perlindungan pada kebebasan pers di Papua dan MENOLAK segala bentuk campur tangan aparat untuk memberitakan kejadian dalam bentuk kesepakatan-kesepakatan yang tidak berlandaskan hukum.

7. MENDORONG masyarakat Indonesia dan dunia Internasional untuk memonitor persoalan pelanggaran kemanusiaan yang terus-menerus terjadi di Papua Barat dengan jernih dan pertimbangan akal sehat dan mengambil sikap untuk melakukan tindakan yang perlu agar pelanggaran ini bisa dihentikan.

 

 

CATATAN (21 November 2016)

Koreksi atas tulisan ini, disebutkan 106 orang yg ditangkap, namun release dari Sekjen KNPB Pusat Ones Suhuniap, 109 orang.
Berikut laporan dari Ones:

19 November 2016 Ibadah Syukuran HUT KNPB dan Pengukuhan/ Pelantikan Badan Pengurus KNPB Sorong Raya dibubarkan paksa oleh Tim Gabungan TNI/POLRI saat ibadah syukuran jam 08.32 WPB di lapangan SPG Marantha Sorong Kota dan berujung pada penangkapan semua Rakyat Papua Barat yang datang ikut dalam kegiatan ibadah syukuran HUT KNPB Sorong Raya.
Nama_nama yang ditahan dan diinterogasi sampai saat ini di Polresta Sorong Kota:
1. Agustinus Kossay (Ketua 1 Pusat)
2. Warpo Sampai Wetipo (Ketua Dipolmasi Pusat)
3. Arnoldus Kocu ( Ketua umum KNPB Sorong Raya)
4. Agustinus Aud (Ketua 1 Sorong Raya)
5. Steven Peyon (Sekretaris Sorong Raya)
6. Otto Pagawak (Sekretaris 1 Sorong Raya)
7. Margaretha Pagawak (Bendaraha Umum Sorong Raya)
8. Ivon Antoh (Bendahara 1 KNPB Sorong Raya)
9. Christine Bikin
10. Waniok Kabel
11. Usman Hiluka
12. Nemiles Wunungga
13. Jack Badii (Humas KNPB Sorong Raya)
14. Gery Faluk
15. Alince Yikwa
16. Emy Jika
17. Karis Gombo
18. Yulina Yikwa
19. Christine Enambere
20. Sirina Pagawak
21. Ida Yikwa
22. Agulince Wandikbo
23. Uthena Pagawak
24. Elin Togodly
25. Makes Yohame
26. Klarce Fees
27. Gaspar Kamat
29. Apolinus Mate
30. Felix Kamat
31. Yohanes Asem
32. Thomas Asem
33. Yakobus Asem
34. Paula Asem
35. Fransiskus Asem
36. Agustinus Kamat
37. Ema Asem
38. Yoshep Kamat
39. Abel Asem
40. Yohanis Kamat
41. Yoshep Aitrem
42. Adrianus Asem
43. Yohan Asem
44. Romario Kamat
45. Novalina Aisnak
46. Sileke Kamat
47. Teresia Asem
48. Yony Golab
49. Novita Asem
50. Vilo Asem
51. Yesias Asem
52. Antonius Asem
53. Yeremias Asem
54. Bernadus Asem
55. Yoram Asem
56. Marinus Aitrem
57. Viktor Aitrem
58. Velix Faan
59. Moses Faan
60. Ulis Hiluka
61. Enius Gombo
62. Mius Tabuni
63. Herman Kepno
64. Atimius Yikwa
65. Hata Trogea
66. Yeppy Karoba
67. Agustina nomor
68. Rosalina Badii (Bayi 8 Bulan)
69. Aldo Yohame (Anak 5 Tahun)
70. Silas Kalawen
71. Ana Mirino
72. Gerda Malalu
73. Jackson Manaman
74. Matan Yohame
75. Mina Kamarace
76. Nalia Yard
77. Denius Wasage
78. Tas Feed
79. Chasmas Kamat
80. Moses Faan
81. Marthen Denda
82. Mosos Wandik
83. Arnold Kepno
84. Jhon Siep
85. Sani Wenda
86. Yery kepno
87. Terus Karoba
88. Ismael Gombo
89. Emius Karena
90. Adam Yenjau
91. Yakop Yenjau
92. Fofo Asem
93. Ely Wandik
94. Aten Kossay
95. Yoppy Karoba
96. Menase Endambia
97. Turinus Pagawak
98. Fred Yikwa
99. Boban Pagawak
100. Debora Gombo
101. Abed Nego Yikwa
102. Jhon Wanimbo
103. Ferly Wenda
104. Mikha Giban
105. Oschar Solossa
106. Kantius Heselo
107. Tanus Wandikbo
108. Denfron Murib
109. Gabriel Mambrasar

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar