Lain-Lain

Ancaman Penggusuran 1.478 KK demi Proyek Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati

penggusuran kertajati
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Setelah berkali-kali gagal dalam usahanya menggusur warga Desa Sukamulya, untuk keempat kalinya Pemprov Jawa Barat atas instruksi Gubernur Jabar hendak memaksakan kembali proses pengukuran Desa Sukamulya pada hari ini, Kamis 17 November 2016.

Untuk pengamanan proses pengukuran lahan perluasan landasan pacu BIJB di Desa Sukamulya, Pemprov akan mengerahkan lebih dari 1.000 personel gabungan dari Polda Jabar, Polres Majalengka, TNI, dan Satpol PP dari Provinsi Jawa Barat dan kabupaten.

Hingga malam (16/11), hasil pantauan di lapangan, pihak pemerintah sudah mulai mengerahkan gabungan pasukan kepolisian mulai dari Polres Majalengka, polsek-polsek se-Majalengka, hingga mengerahkan dukungan dari Polres Indramayu dan Sumedang. Bahkan persiapan pasukan keamanan tersebut sudah terlihat mempersiapkan 7 buah truk Dalmas, 2 buah truk Brimob, 20 mobil ranger, 1 buah mobil gegana, dan 1 buah water cannon di Kantor Polsek Kertajati. Komando lapangan saat ini kabarnya dipimpin oleh Kapolres Majalengka.

Nyata sekali pemerintah hendak memaksakan penggusuran warga Desa Sukamulya atas nama pembangunan dan kepentingan umum demi menjalankan proyek BIJB Kertajati yang sarat dengan pelanggaran hak-hak dasar warga atas tanah dan penghidupannya dalam proses pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, yang harusnya sesuai dengan prosedural dan tahapan dalam UU No.2/2012. Pemerintah tidak mempertimbangkan pula dampak lebih luas secara sosial ekonomi bagi kehidupan warga jika penggusuran tetap dilanjutkan.

Selain itu pengerahan penuh aparat keamanan menunjukkan pemerintah Jawa Barat “gelap mata” dan jelas-jelas berniat memposisikan warga vis a vis dengan pihak keamanan dan pemda. Sementara proses-proses dialog dan musyawarah untuk mencari jalan keluar berkeadilan dan transparan bagi warga desa tidak dijalankan. Bahkan dalam klaimnya, Pemprov Jabar menyatakan bahwa dalam proses penggusuran kali ini akan menggandeng Komnas HAM.

Proses pengukuran dan penggusuran paksa terhadap Desa Sukamulya hanya semata-mata mempertimbangkan kepentingan proyek pembangunan dan pihak pengembang BIJB Kertajati. Rakyat Sukamulya berhak mendapatkan keadilannya.

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar