Industri Hasil Tembakau

Kenaikan Tarif Cukai Ancaman Kehancuran Industri Kretek

tembakau-petani
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Kebijakan pemerintah dalam mengendalikan konsumsi produk tembakau tidak mungkin tanpa dampak buruknya. Salah satu dampak buruk itu adalah banyak perusahaan industri rokok kretek yang mengalami gulung tikar atau bangkrut. Sedangkan salah satu faktor penyebab banyaknya mereka gulung tikar adalah kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif cukai rokok per batang.

Sepanjang 2010-2015 – sesuai road map IHT yang dirancang dan dijalankan pemerintah – pemasukan ke dalam kantong negara dari cukai memang digenjot dengan memasang tarif yang kian tinggi. Kebijakan ini menargetkan untuk mengurangi konsumsi rokok, memajukan aspek kesehatan dari dampak konsumsi tembakau dan paparan asap rokok, serta mendesak ke belakang aspek tenaga kerja.

Periode ini diiringi dengan keluarnya PP No. 109/2012. Kenaikan tarif cukai rokok berdampak pada banyak industri rokok skala menengah dan kecil menderita dan tidak sedikit pula dari mereka yang terlibat dalam usaha ini terpaksa memilih jalan untuk gulung tikar.

Dari puluhan pemilik usaha sampai 15.000 usaha produk rokok mengalami kehancuran. Ironisnya, pada saat banyak industri rokok mengalami kehancuran justru dibarengi dengan meningkatnya pundi-pundi pemerintah dari setoran cukai.

Pemasangan tarif cukai yang meningkat dijawab pemilik usaha industri rokok dengan menaikkan harga jual rokok. Namun, banyak perusahaan kecil justru menghadapi kesulitan dalam pemasaran produknya. Mereka kalah bersaing, sehingga buntutnya adalah gulung tikar.

Kehancuran industri kretek dimulai dengan banyaknya industri rokok kecil itu gulung tikar, sedangkan yang tersisa berada dalam ancaman yang sama.

Namun kehancuran ini tidaklah semata-mata hanya ditanggung oleh para pengusaha kecil saja, melainkan juga mereka yang bekerja sebagai buruh pabrik-pabrik rokok itu. Kehancuran ini menimbulkan efek berantai, mulai dari hilir akan segera menuju ke hulu yang menyemai benih-benih tembakau dan yang bekerja di ladang-ladang cengkeh.

Selain itu, dengan mengubah kemasannya, bukan hanya menambah biaya produksi, namun juga industri rokok semakin diperkeras untuk melawan produknya sendiri.

 

Sumber foto: Eko Susanto

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar