Industri Hasil Tembakau

Ritual Among Tebal Mengawali Musim Tanam

among-tebal
Harry S. Waluyo
Ditulis oleh Harry S. Waluyo

Petani tembakau di Dusun Lamuk Gunung, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Magelang, selalu menggelar ritual among tebal (awal tanam) untuk mengawali musim tanam tembakau. Harapan para petani tembakau tahun ini adalah cuaca yang mendukung sehingga harga tembakau saat panen raya mendatang bisa lebih baik.

Musim tanam tembakau menjadi awal perjuangan petani. Menanam tembakau setidaknya membutuhkan waktu antara enam atau tujuh bulan sampai siap panen. Selama kurun waktu tersebut, petani dengan telaten dan ulet merawat tanaman agar menghasilkan tembakau yang berkualitas.

Petani berharap bisa menikmati hasil panen raya lebih baik, dipanjatkan dalam doa ritual among tebal. Ritual ini sudah menjadi agenda wajib tahunan petani tembakau di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Lamuk Gunung, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo setiap kali mengawali musim tanam.

Ritual dimulai dengan kirab sesaji dan among tebal yang ditandai dengan pembuatan empat nasi tumpeng, satu gunungan berisi hasil palawija, dan buah-buahan beserta aneka jajan pasar. Setelah dilakukan doa bersama yang dipimpin ulama setempat, kirab sesaji dan among tebal diberangkatkan menuju mata air Pontong untuk dilakukan ritual.

Kirab diawali oleh pasukan pembawa nasi tumpeng dan gunungan serta diikuti warga masyarakat dan dimeriahkan oleh berbagai kesenian tradisional seperti kuda lumping, angguk, dan kesenian lainnya khas petani tembakau.

Sesampainya di sumber mata air Pontong ritual dilakukan dan dipimpin sesepuh warga dengan memanjatkan doa kepada Tuhan YME. Seusai doa nasi tumpeng lantas dimakan bersama dan gunungan diperebutkan oleh warga untuk dibawa pulang.

Bersamaan dengan proses penanaman, para warga menyulut petasan. Suara petasan dipercaya dapat mengusir roh-roh jahat dan malapetaka, sehingga saat menanam tembakau lahan pertanian dalam keadaan suci.

“Harapan kami pada musim tanam kali ini cuaca mendukung, sehingga pertumbuhan tembakau baik, dengan demikian bisa menghasilkan tembakau berkualitas seperti keinginan pabrikan,” harap Mbah Gajul salah satu tetua dusun tersebut.

“Kegiatan ini juga untuk melestarikan tradisi turun temurun dari nenek moyang. Tembakau merupakan tanaman istimewa bagi kami, karena di kawasan ini hanya tanaman tembakau yang bisa tumbuh dengan baik dan mendatangkan keuntungan cukup lumayan. Harapan kami musim panen raya mendatang harga tembakau bisa lebih baik dari tahun lalu,” harapnya

Hampir semua masyarakat di desa Legoksari bermata pencaharian sebagai petani tembakau. Semua kebutuhan ekonomi masyarakat juga dipenuhi dari hasil tembakau, para petani berharap dari tahun ke tahun harga jual tembakau di desanya mengalami peningkatan.

 

Sumber foto: Antara

Tentang Penulis

Harry S. Waluyo

Harry S. Waluyo

Penikmat kopi, pecinta harmonika

Tinggalkan komentar