Industri Hasil Tembakau

4,2 Juta Petani Tembakau Terancam Kehilangan Pekerjaan

petani-tembakau
Harry S. Waluyo
Ditulis oleh Harry S. Waluyo

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Pamudji mengatakan, sepanjang tahun 2012 Indonesia mengimpor tembakau sebanyak 122 ribu ton. Jumlah yang sangat mengagetkan karena pada tahun 2002 impor tembakau hanya sekitar 28 ribu ton.

Jika tidak segera dibatasi, 4,2 juta petani tembakau terancam kehilangan pekerjaan. Ketika impor tembakau tidak dibatasi, ini adalah lonceng kematian industri rokok dan rokok kretek Indonesia.

Pembatasan impor tembakau adalah cara jitu untuk memberikan ruang kepada petani tembakau untuk menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Kalau pemerintah tidak mau mengambil langkah tersebut, satu-satunya cara adalah menuntaskan RUU Pertembakauan menjadi UU.

Isu kenaikan harga rokok beberapa hari yang lalu juga adalah bukti wujud muslihat konspirasi global. Buktinya, hingga kini tidak ada kenaikan harga rokok. Kenaikan harga rokok ini hanya menguntungkan produsen, sedangkan petani tembakau hanya menjadi sapi perahan saja.

Menurut data APTI, kapasitas produksi tembakau petani Indonesia tahun 2015 mencapai 225.583 ton. Sedangkan rokok di negeri ini membutuhkan pasokan tembakau di kisaran 360 ribu ton. Dari data itu ada kekurangan tembakau sekitar 175 ribu ton. Melihat kekurangan pasokan tembakau itu petani tembakau dalam negeri sebaiknya diberdayakan, agar bisa menutup kekurangan itu serta menaikkan produksinya.

Petani tembakau wajib kita lindungi dengan cara menyetop impor tembakau. Jika ada impor, wajib mendapat rekomendasi dari asosiasi petani tembakau dan Kementerian Pertanian.

Industri rokok menyerap 30,5 juta tenaga kerja. Sementara, cukai rokok yang didapat tahun 2015 sebesar 139,5 triliun atau 15% dari total pajak. Artinya, jika rokok dilarang atau dikelola asing, sama artinya kita menyerahkan APBN kita sebesar 15% kepada asing.

 

Sumber foto: Eko Susanto

Tentang Penulis

Harry S. Waluyo

Harry S. Waluyo

Penikmat kopi, pecinta harmonika

Tinggalkan komentar