Industri Hasil Tembakau

Kontribusi Tembakau untuk Kabupaten Malang

tembakau malang
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Kabupaten Malang memiliki luas wilayah 3.238,26 km2. Terdiri atas 33 kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto di utara; Kabupaten Probolinggo dan Lumajang di Timur; Kabupaten Blitar dan Kediri di barat; serta Samudera Hindia di selatan.

Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten terluas di antara 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Tanahnya pun subur. Memiliki potensi pertanian yang baik, dilihat dari luas wilayah lahan yang sudah dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan perkebunan, yaitu sekitar 52% dari total wilayah kabupaten ini. Mayoritas penduduk Kabupaten Malang bekerja pada sektor pertanian.

Luas lahan pertanian dan perkebunan mencapai 175 ribu ha, terbagi menjadi 3 wilayah komoditi. Malang bagian utara dan timur banyak ditanami buah-buahan seperti apel; Malang bagian barat ditanami tanaman sayur-mayur karena memiliki kadar air yang baik; dan Malang bagian selatan menjadi pusat tanaman keras atau berserat seperti tebu, sengon, kapas, dan sebagainya.

Sektor pertanian memainkan peranan penting dalam roda perekonomian Kabupaten Malang. Menjadi kontributor paling tinggi dalam PDRB Kabupaten Malang, dibandingkan sektor lainnya.

Luas total lahan tembakau di Kabupaten Malang 157 ha. Produk pertanian tembakau ini bisa menunjang kehidupan petani di Kecamatan Sumberpucung (Malang Selatan) dan Tumpang (Malang Barat). Padi menempati urutan teratas sebagai tanaman dengan angka produksi tertinggi dalam sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Malang. Selain tembakau dan padi, produk pertanian yang juga cukup penting dalam menggerakkan roda perekonomian Malang adalah tebu yang ditopang 2 pabrik gula skala besar yaitu PG Krebet dan Kebonagung.

Tanaman tembakau sudah lama ditanam sejak sebelum Indonesia merdeka. Pada tahun 1930-an PT Bentoel sudah membuka pabrik rokoknya di Malang.

Pertanian tembakau membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak, terutama pada masa pascapanen yang melibatkan proses menjemur dan merajang tembakau. Pengelolaan lahan pertanian adalah pekerjaan yang jarang sekali dikerjakan sendiri, terutama bila luas lahan lebih dari 1 ha. Pada masa-masa sibuk seperti masa panen dan pascapanen, para petani mendatangkan tenaga kerja dari wilayah lain untuk membantunya.

Berdasarkan data alokasi definitif Dana Bagi Hasil Cukai hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2010, terjadi peningkatan alokasi cukup drastis untuk kabupaten/kota di seluruh Provinsi Jawa Timur; dan Kabupaten Malang menempati posisi ke-4 penerima cukai tertinggi setelah Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Pasuruan, yaitu sebesar Rp28,832 miliar.

Dari dana bagi hasil ini, setiap dinas di kabupaten memperoeh anggaran untuk pengembangan komoditas tembakau. Pada tahun 2009 Dinas Pertanian memperoleh anggaran hasil cukai sebesar Rp2 miliar. Karena dana ini wajib dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman tembakau, maka Dinas Pertanian memanfaatkannya dengan membangun laboratorium uji tembakau.

 

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar