Lain-Lain

Urbanisasi Pasca-Lebaran

arus-balik
Array
Ditulis oleh Array

Memasuki hari-hari pasca-lebaran, kota-kota besar di Indonesia, khususnya di Jawa, menjadi sasaran urbanisasi. Kota sebagai pusat ekonomi, hiburan, juga pemerintahan, menjadi daya tarik bagi masyarakat pedesaan untuk memperbaiki kehidupan.

Menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Indonesia merupakan negara dengan tingkat urbanisasi tertinggi di Asia Tenggara. Urbanisasi lumrah terjadi pada setiap kota besar di dunia. Hal itu tidak dapat dicegah. Namun perlu dikelola dengan serius, agar bisa memacu pertumbuhan ekonomi dan tidak menimbulkan masalah kepadatan penduduk.

Pemerintah pun wajib hadir untuk memenuhi kebutuhan warga negara seperti yang tertuang dalam Pasal 54 UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Laju urbanisasi akan terus terjadi selama konsentrasi peradaban masih terpusat di kota-kota besar. Jika pusat peradaban itu disebar ke berbagai wilayah, maka urbanisasi bisa lebih terkontrol dan mengurangi kepadatan penduduk di satu kota.

Seperti yang terjadi di Amerika, memisahkan antara pusat ekonomi, pusat pemerintahan, dan pusat hiburan. Vietnam juga bisa menjadi contoh untuk pembagian pusat peradaban, dengan membangun perkotaan dan mempertahankan sawah-sawah di desa.

Penguatan perekonomian lokal juga bisa membatu mengatur laju urbanisasi. Karena di saat desa mandiri, urbanisasi tak perlu dilakukan.

Tentang Penulis

Array

Array

Pesepeda, penjual komik, pemuda Pangalengan.

Tinggalkan komentar