Lain-Lain

Tenda Perjuangan Kartini Kendeng Kembali Berdiri di Depan Istana Negara

tenda
Andika Tazaka
Ditulis oleh Andika Tazaka

Masyarakat Rembang yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) bersama solidaritas warga lainnya kembali mendirikan tenda perjuangan di depan Istana Negara pada tanggal 26 Juli 2016 sebagai bentuk penolakan pembangunan pabrik semen.

Mereka datang menagih janji Teten Masduki dan Menteri Pratikno yang menjanjikan pertemuan dengan Presiden Jokowi untuk mendengarkan pendapat warga Kendeng mengenai penolakan pembangunan pabrik semen di desa mereka yang jelas mengancam ruang hidup jika pabrik semen jadi berdiri.

Sebelumnya aksi serupa pernah dilakukan oleh ibu-ibu petani dari Kendeng tersebut. Mereka aksi dengan cara menyemen kaki mereka sendiri sebagai simbol. Karena pabrik semen bukan hanya menghancurkan lingkungan dan sumber daya alam, pertanian, sumber mata air, tapi juga membelenggu hidup mereka sekarang dan yang akan datang.

Sebagaimana diketahui, PT Semen Indonesia telah melakukan penyusunan Amdal dan dinyatakan layak pada tanggal 30 April 2012 dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 660.1/10 Tahun 2012 Tentang Kelayakan Lingkungan Hidup Rencana Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen oleh PT Semen Gresik (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah.

Namun JM-PPK menyakini adanya pelanggaran, penyalahgunaan, kejanggalan, serta ketidakbenaran dan pemalsuan data, dokumen, dan informasi dalam dokumen Amdal tersebut. Data yang dicantumkan dalam Amdal tidak sesuai dengan kenyataan. Misalnya tentang jumlah keberadaan gua, ponor, dan mata air yang tidak sesuai. Dalam amdal, jumlah gua disebutkan ada 9, padahal di lapangan ada 64 gua. Untuk mata air disebutkan ada 40 namun di lapangan tercatat ada 125 sumber mata air. Kemudian dalam Amdal tidak menyebutkan adanya ponor namun kenyataannya terdapat 28 titik ponor.

Sampai saat ini gugatan peninjauan kembali masyarakat terhadap pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng masih dalam proses di Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang.

Hari ini sudah memasuki hari ketiga, tenda perjuangan para petani Rembang di depan Istana Negara akan terus bertahan menuntut penghentian pembangunan pabrik semen yang akan merusak Pegunungan Kendeng. Warga turut membawa berkas Amdal yang cacat, tidak jujur, banyak manipulasi, dan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan yang dijadikan pegangan oleh PT Semen Indonesia.

 

Sumber foto: JMPPK

 

Tentang Penulis

Andika Tazaka

Andika Tazaka

Penyuka teks, gambar, dan pemandangan.

Tinggalkan komentar