Lain-Lain

Menteri Kesehatan Harus Mundur

Nila F Moeloek
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Peredaran vaksin palsu yang marak dengan melibatkan tenaga medis bukan persoalan sepele. Apalagi vaksin palsu tersebut beredar sejak tahun 2003.

Dengan terjadinya kasus vaksin palsu, Kementerian Kesehatan sudah gagal menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas. Kementerian Kesehatan lalai sehingga vaksin palsu dengan mudah tersebar di masyarakat sudah selama lebih dari tiga belas tahun.

Kementerian Kesehatan memang menggelar imunisasi ulang di Jakarta Timur dan Bekasi untuk anak-anak yang menjadi korban vaksin palsu. Imunisasi ulang tersebut bakal dilakukan secara bertahap di lokasi lain. Pendataan bayi yang menjadi korban vaksin palsu dilakukan oleh satuan tugas yang telah dibentuk oleh Kementerian Kesehatan dengan menghubungi orang tua yang anaknya menjadi korban.

Namun permasalahan vaksin palsu tidak bisa hanya diselesaikan oleh vaksinasi ulang seperti yang selama ini digembor-gemborkan oleh Menteri Nila. Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) meminta harus ada pemulihan dan ganti rugi kepada korban sesuai dengan konsep hak asasi manusia. Kasus vaksin palsu merupakan pelanggaran hak asasi manusia, khususnya hak anak untuk mendapat jaminan pelayanan kesehatan.

Negara harus menindak tegas semua pelaku yang terlibat, baik pelaku individual maupun korporasi. Vaksinasi ulang tidak bisa menjawab permasalahan selama tidak ada penindakan yang tegas dari negara. Lembaga terkait, rumah sakit yang terindikasi, harus dicabut surat izinnya.

Salamuddin Daeng menyebut ini jangan-jangan melibatkan sindikat besar di Kementerian Kesehatan dengan perusahaan-perusahaan farmasi yang selama ini menjadi sekutunya sehingga mengubah Kementerian Kesehatan menjadi “toko obat”.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek bertanggung jawab secara hukum dan moral kepada masyarakat. Menteri Nila harus mundur dari jabatannya karena tidak kompeten dalam menyikapi kasus vaksin palsu. Selama ini Menteri Kesehatan sibuk mengurusi rokok. Setiap hari bicara rokok dan lupa akan tugas pokok dan fungsinya.

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar