Lain-Lain

Geliat Arus Mudik di Tengah Perlambatan Ekonomi Dunia

macet
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Selama libur Lebaran, terjadi migrasi besar-besaran masyarakat dari yang menetap di kota besar menuju kampung halaman. Kota-kota besar seperti Jakarta sepi dari aktivitas perekonomian.

Ramainya arus mudik saat momen hari raya kemarin berdampak pada meningkatnya konsumsi masyarakat. Keadaan ini menjadi berkah bagi perekonomian di daerah. Nilai konsumsi para pemudik tentu meningkat ketika tiba di suatu daerah. Besarnya pengeluaran yang dilakukan masyarakat akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada menggeliatnya ekonomi daerah sepanjang libur Lebaran.

Suasana Lebaran mendorong ekonomi domestik Indonesia. Masyarakat melakukan perjalanan serta mengeluarkan uang untuk kebutuhan konsumsi yang akan baik untuk ekonomi. Selain itu, pegawai negeri sipil (PNS) juga mendapatkan gaji ke-13 dan gaji ke-14.

Pertumbuhan ekonomi diharapkan terus berlanjut meskipun perekonomian dunia tengah mengalami perlambatan. Ekonomi dunia sedang lemah. Permintaan dunia sedang lemah dan Indonesia tidak bisa terlalu mengharapkan pertumbuhan ekonomi yang didukung ekspor atau investasi. Demikian disampaikan Gubernur BI Agus Martowardojo (11/7/2016).

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 4,94 persen di kuartal II 2016. Tidak jauh berbeda dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2016 sebesar 4,92 persen. BI juga memprediksi pertumbuhan ekonomi mampu mencapai angka lima hingga 5,4 persen di 2016.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, nilai jual terhadap berbagai produk di daerah akan meningkat drastis ketika libur Lebaran. Peningkatan ini nantinya akan mampu menopang pertumbuhan ekonomi secara nasional. Saat mudik orang membawa kendaraan untuk berkeliling dan berbelanja. Itu akan membuat kegiatan di daerah meningkat, sehingga secara umum produk daerah naik pembeliannya.

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar