Industri Hasil Tembakau

Menyirih dan Nyusur, Ramuan Alami Merawat Kesehatan

menyirih
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Nyusur, disebut juga menginang, atau menyirih, dibanding hal-hal lain, adalah hal terkuat yang bisa saya ingat mengenai hubungan akrab saya dengan tembakau.

Pulang dari pasar, nenek akan menyimpan tembakau yang baru didapatnya dalam kaleng bekas biskuit Khong Guan. Di kaleng itu pula ia menyimpan bahan-bahan lain untuk menyirih. Saat hendak menginang, ia akan mengambil dua lembar daun sirih, kapur sirih, dan gambir dari dalam kaleng. Bahan-bahan itu ia tata dengan rapi di tepi daun, agar bisa digulung dengan mudah. Setelah jadi, gulungan sirih itu ia lipat jadi dua bagian, lalu ia gosokkan perlahan pada giginya. Dari gigi depan ke belakang berulang-ulang. Setelah itu, gulungan sirih dikunyah lalu dikulum dalam mulutnya. Kemudian ia selipkan di sebelah pipi kanannya. Nenek mengambil sejumput tembakau kemudian ia bentuk seperti bulatan sebelum digosok-gosokkan ke dalam mulutnya.tembakau susur

Mulut nenek komat-kamit mengulum gulungan tembakau. biasanya sambil menyisir rambut panjang yang ia gerai. Rambut itu ia olesi dengan minyak kelapa yang sudah dicampur dengan irisan daun mangkokan. Beberapa saat kemudian mulut nenek akan berwarna merah jingga. Warna itu berasal dari gulungan sirih dan tembakau yang dikulum di mulutnya.

“Cuh! Cuh! Cuh!” ia meludahkan ludah merah jingga dari mulutnya. Saya selalu dibuat kaget dengan hal itu.

Setelah meludah, dikeluarkanlah gulungan itu dari mulutnya, setelah beberapa lama dikulumnya. namun gulungan itu tak langsung dibuang. Ia baru akan membuang gulungan bekas menyirih itu setelah ia gosok-gosok ke giginya sekali lagi.

Dulu, saya sangat jijik melihat kebiasaan nenek menyirih. Bibir, mulut, dan gigi nenek akan berwarna merah jingga dan berbau sirih. Terlebih melihat ludah nenek yang berwarna merah kejinggaan itu. Jika kena di pipi, noda merah jingga itu baru bisa hilang jika dibersihkan dengan air. Itu pun harus digosok dulu. Karena itulah saya enggan dicium nenek.menginang

Nenek bilang, menyirih dan nyusur bisa menguatkan gigi sera mengurangi bau mulut. Menurutnya, tembakau yang digunakan nyusur bisa membunuh kuman dalam mulut, sedangkan menyirih bisa mengharumkan bau mulut yang tak sedap. Kapur sirih bisa menjaga kekuatan gigi. Kata nenek, menyirih dan nyusur merupakan ramuan alami orang kuno untuk merawat kesehatan mulut.

….

 

[Dari Elva Laily, Srinthil: Pusaka Saujana Lereng Sumbing, h.9-10, Yogyakarta: Pusaka Indonesia, 2016]

Sumber foto: Eko Susanto

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar