Industri Hasil Tembakau

Dari Tangan ke Mesin

rokok mesin putih
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Rokok dengan bahan pembungkus dari kertas baru muncul dan berkembang pada awal abad XVI di kalangan para pengemis dari Sevillle, Spanyol. Mereka melumatkan puntung-puntung cerutu yang telah dibuang untuk kemudian dibungkus dengan kertas-kertas potongan.

Rokok baru ini kemudian mencapai negeri leluhurnya, yakni Meksiko, jauh sebelum 1765, sewaktu Jenderal Jose de Calves menyita sejumlah besar kertas sigaret di Jalapa dan menetapkan monopoli pemerintah dalam pemasaran tembakau.

Orang Eropa menyebut rokok berbungkus kretek ini cigarette, yang secara harfiah berarti sigaret kecil. Bersamaan dengan produksi tembakau, jenis rokok ini dengan cepat telah berkembang di kawasan Timur Tengah.

Ketika memasuki Perancis pada awal abad XIX, rokok sigaret ini telah bertambah cantik dengan pemakaian kertas yang dibuat di Barcelona, Spanyol. Orang Perancis lebih menyukai merokok dengan menggunakan tembakau Maryland atau Virginia dari Amerika daripada menggunakan tembakau hasil produksi dalam negeri yang sangat getir.

Sebaliknya, semenjak tahun 1840, orang Rusia memakai tembakau dari dalam negerinya sendiri, yang mereka campur dengan tembakau dari Maryland, Ohio, dan Kentucky (Amerika).

Rokok baru mencapai Eropa Utara pada 1850-an, sewaktu orang Inggris membawanya dari Perang Krim. Pada 1865 ekspansinya telah meluas ke Amerika Serikat, di mana akhirnya rokok menjadi barang perdagangan yang penting berkat dua hal, yakni pemakaian mesin dalam proses pembuatannya—yang terjadi pada 1880—dan perkembangan campuran tembakau dalam negeri pada 1913.

Dalam skala dunia, industri rokok telah tumbuh luar biasa pada abad XX. Pada akhir 1960-an, negeri-negeri produsen rokok utama di dunia berturut-turut ialah Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Bulgaria, dan Inggris.

Pada 1850 Baron Josef Huppmann telah mendirikan sebuah pabrik rokok di St.Petersburg, Rusia. Pada 1871 Huppmann membuka sebuah cabang di Dresden, Jerman, dan mendirikan pabrik rokok baru di New York City pada 1882.

Di London, Robert Peacock Gloag, yang telah demikian terkesan melihat rokok yang dihisap orang-orang Rusia dalam Perang Krim, mendirikan beberapa buah pabrik pada 1850 dengan menggunakan tembakau dari Latakia (Turki) dan kertas halus berwarna kuning, yang ia namakan Don Alphonso Spanish Whiffs.

Akhirnya orang-orang Amerika menandingi orang-orang Inggris dan mengawali pembuatan rokok mereka pada 1864. Hampir 20 juta batang rokok telah dibuat oleh orang-orang Amerika pada waktu itu, namun jumlah produksi ini dengan cepat menurun.

Setelah 1869, para pengusaha Yaman, Turki, dan Mesir mulai membuat rokok mereka di Inggris dan Amerika Serikat. Namun pada 1869 perusahaan F.S. Kenney Company di New York telah mendatangkan para pelinting rokok dari Polandia, Rusia, serta beberapa orang pelinting rokok dari London untuk mengajar gadis-gadis Amerika dalam seni pembuatan rokok dengan menggunakan tangan.

Pada 1950-an pabrik-pabrik rokok besar di dunia telah menerapkan cara mekanis yang memuaskan untuk menyingkirkan tulang daun dari daun tembakau yang akan dipakai dan mulai membuat rokok filter. Rokok filter ini berkembang dengan baik di Eropa Barat dan dengan cepat dibuat di Amerika Serikat dengan memakai mesin-mesin yang berkembang dari Inggris dan Jerman.

 

(Dari Amen Budiman dan Onghokham, Hikayat Kretek, Jakarta: KPG, 2016, h.69-71)

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar