Industri Hasil Tembakau

Utamakan Tembakau Lokal

tembakau
Array
Ditulis oleh Array

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memanfaatkan momentum Gebyar Tanam Tembakau 2016 untuk menyerukan Petisi Sindoro. Petisi tersebut berisi tuntutan agar segera disahkannya RUU Pertembakauan, membagi hasil cukai untuk kesejahteraan petani dan pembentukan desa pertembakauan Indonesia.  APTI menuntut pemerintah untuk mengendalikan impor dan mengutamakan tembakau lokal.

Petisi tersebut diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk diserahkan kepada Presiden Jokowi. Ganjar juga mengajak Gubernur Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat yang merupakan daerah sentra tembakau di Indonesia.

Murahnya harga tembakau dan rendahnya daya serap pabrik rokok mengancam kehidupan 2,3 juta petani tembakau di Indonesia.  Persoalan tembakau juga menyangkut pendapatan negara dan perekonomian masyarakat. Tidak seperti yang digembar-gemborkan para aktivis anti-tembakau yang berpikir sempit, hanya melihat sisi tembakau sebagai bahan baku rokok yang negatif dari segi kesehatan.

Anggapan bahwa tembakau yang menjadi bahan baku produksi rokok  merusak kesehatan  dilatarbelakangi kepentingan berbagai pihak untuk menghilangkan tembakau lokal.  Salah satu kepentingan itu adalah melakukan impor tembakau.

Tidak adanya payung hukum yang jelas untuk melindungi petani tembakau, sehingga membuat kebijakan impor sangat longgar. Diperparah lagi dengan adanya larangan yang tidak masuk akal terhadap tembakau. Hal-hal tersebut merugikan petani tembakau.

Pemerintah harus mengendalikan impor tembakau dan mengutamakan tembakau lokal.  Jika kebutuhan tembakau bisa tercukupi oleh tembakau lokal, kebijakan impor tidak perlu.

Tentang Penulis

Array

Array

Pesepeda, penjual komik, pemuda Pangalengan.

Tinggalkan komentar