Industri Hasil Tembakau

Tembakau Sumedang yang Khas

tembakau sumedang
Harry S. Waluyo
Ditulis oleh Harry S. Waluyo

Tanggal 10 Mei yang lalu, Wakil Bupati Sumedang Eka Setiawan beserta istri dan rombongan pejabat pemkab melakukan kunjungan kabupaten ke Lima Puluh Kota-Sumatra Barat. Kunjungan tersebut merupakan perhatian Pemerintah Kabupaten Sumedang terhadap salah satu komoditas unggulannya, yaitu tembakau hitam atau lebih dikenal tembakau mole.

Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan, Asisten Pembangunan dan Bagian Ekonomi, turut serta dalam rombongan dengan niat melakukan studi dalam hal pemasaran tembakau. Mereka ingin memasarkan tembakau unggulan sumedang. Saat ini produksi tembakau hitam Sumedang hanya dipasarkan secara lokal saja melalui pasar tembakau di Tanjungsari. Sedangkan di Kabupaten Lima Puluh Kota, produk tembakau itu sudah diekspor ke luar negeri.

Kunjungan tersebut bukan sekadar membuat kesepakatan dan kerja sama. Mereka ingin melihat bagaimana proses ekspor tembakau yang dilakukan di sana.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dicky Rubiana, menyebutkan kunjungan tersebut juga untuk meningkatkan kemitraan. Pemkab Sumedang melakukan kunjungan kerja lapangan serta fasilitasi pemasaran tembakau hitam.

Tembakau hitam Sumedang merupakan komoditas khas Sumedang yang sudah dipatenkan. Tercatat di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual,  yang telah memberikan sertifikat dengan nomor registrasi ID G000000008 yang dikeluarkan tanggal 21 Januari 2011.

Tembakau yang dihasilkan Kabupaten Sumedang berbeda dengan tembakau dari daerah lain. Tembakau mole memiliki cita rasa yang khas, aroma wangi, rasa isap yang enak dan bebas dari rasa pahit.

Lahan yang ditanami tembakau saat ini terdapat di 25 kecamatan dari 26 kecamatan di Sumedang yang mencapai 2495 hektar, dengan jumlah petani mencapai 9755 orang. Dalam satu tahun produksi tembakau sumedang mencapai 2.239 ton. Jumlah itu dihitung dalam rajang kering. Sisi khas dari tembakau Sumedang ini karena diolah dengan cara dirajang secara tradisional. Rajangan tembakau Sumedang ini terkenal dengan rajangan tipisnya.

 

Sumber foto: pojokjabar

Tentang Penulis

Harry S. Waluyo

Harry S. Waluyo

Penikmat kopi, pecinta harmonika

Tinggalkan komentar