Industri Hasil Tembakau

Persebaran Petani Tembakau

petani tembakau
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Indonesia mempunyai lahan tembakau yang tersebar di berbagai daerah. Perkebunan tembakau terdapat di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Sebaran itu terhampar di 19 provinsi, mulai dari Aceh sampai Nusa Tenggara Timur.

Mereka yang terlibat dalam perkebunan tembakau memproduksi sebanyak 214.524 ton pada 2011 dengan lahan seluas 228.770 hektar dan tahun berikutnya 226.704 ton pada lahan seluas 249.781 hektar. Produksi mengalami pertumbuhan sebesar 5,68%, sedangkan pertumbuhan luas lahan sebesar 9,18%. Dengan lahan seluas inilah para petani dan buruh tani tembakau bekerja menggarap aktivitas produksi.

Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tahun 2010, sedikitnya 15.582 orang terlibat dalam kegiatan menggarap lahan dalam perkebunan tembakau yang tersebar di 20 kabupaten/kota. Petani tembakau terbanyak berada di Kabupaten Aceh Jaya dengan jumlah 5.123 orang. Kedua terbanyak ditempati Kabupaten Simeulue berjumlah 4.870 orang.

Jumlah produksi terbanyak juga dihasilkan dari Aceh Jaya dan diikuti Simeulue. Sedangkan jumlah petani tembakau paling sedikit terdapat di Kabupaten Aceh Singkil, hanya 3 orang. Sebagian mereka juga mengikuti pelatihan yang diadakan Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut).

Jawa Barat adalah salah satu provinsi penghasil tembakau yang penting dan sebagian diekspor. Jumlah petani di provinsi ini sedikitnya 26.312 orang pada 2010 kendati jumlah sebarannya lebih sedikit dibandingkan Aceh. Perkebunan tembakau tersebar di 14 kabupaten/kota, dengan Garut sebagai kabupaten terluas lahannya. Jumlah petani di Garut sebanyak 9.795 orang, diikuti Kabupaten Sumedang dengan 9.706 petani.

Jumlah petani paling sedikit berada di Bandung Barat dan Subang, masing-masing 25 orang. Kontribusi perkebunan tembakau ini juga mendorong dibangun dan dioperasikannya pabrik rokok kretek dan rokok putih di Karawang dengan nilai investasi sebesar Rp 2,8 triliun atau setara 300 juta dollar AS.

Dalam industri pengolahan tembakau, Jawa Tengah merupakan provinsi yang menjadi perintis dan peletak dasar-dasar industri kretek, dari tanaman tembakau dan cengkeh diolah menjadi rokok kretek di Kudus. Provinsi ini juga tertancap dua gunung yang terkait dengan tembakau, yaitu Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Pada kaki kedua gunung ini tersemai hamparan tanaman tembakau jenis srintil di lereng-lereng gunung itu yang menjadi buah bibir dunia pertembakauan – diibaratkan sebagai tambang “emas hijau” – terdapat di Kabupaten Temanggung dengan perputaran uang yang terbesar.

Sebagian tembakau dari Jawa Tengah diekspor. Temanggung memang “kabupaten tembakau” dengan jumlah petani terbanyak, yakni 49.528 orang. Kedua terbanyak jumlah petani adalah Kabupaten Kendal. Sebanyak 22 kabupaten/kota menjadi sebaran perkebunan tembakau di Jawa Tengah. Jumlah petani paling sedikit berada di Kabupaten Banyumas. Tembakau produksi mereka banyak diserap pabrik rokok seperti yang dialami ribuan petani Manisrenggo, Klaten.

Jawa Timur adalah kantong terbesar dalam produksi tembakau di Indonesia, selain rokok kretek. Sebagian tembakau diekspor, bahkan tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi di Eropa. Namun petani hanya khawatir dengan kampanye dan seruan WHO.

Tembakau paling banyak diserap oleh berbagai pabrik rokok. Perusahaan rokok besar membangun lagi beberapa pabrik seperti di Probolinggo dan Lumajang, Jember, serta Pamekasan. Jumlah petani sebanyak 423.649 orang, terbanyak di Kabupaten Probolinggo yang berjumlah 92.853 orang.

Kabupaten Bojonegoro adalah yang kedua terbanyak dalam jumlah petani. Kemudian diikuti Pamekasan dan Lamongan. Paling sedikit terdapat di Kabupaten Madiun, yakni hanya 598 orang.

Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan provinsi penghasil tembakau jenis Virginia dan terbesar ketiga sesudah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sebagian produksi diekspor. Menurut Gubernur NTB, nilai transaksi tembakau Lombok dari petani ke perusahaan mitra yang berasal dari Jawa Timur, rata-rata mencapai Rp 800 miliar setiap tahun, bahkan pernah menembus Rp 1 triliun dalam masa tiga bulan musim panen.

Perkebunan tembakau di NTB terkonsentrasi pada dua kabupaten, yaitu Lombok Timur dan Lombok Tengah kendati sebarannya meluas ke delapan kabupaten/kota. Lombok Timur merupakan daerah paling banyak petani tembakau, yakni 20.211 orang.

 

Sumber foto: Eko Susanto

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar