Industri Hasil Tembakau

Kretek Menghadapi Kampanye Global Anti Tembakau

tembakau
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Dari segi jumlah produksi dan pangsa pasar, industri rokok kretek sekarang ini berada dalam masa keemasan. Pada masa ini pula industri pengolahan tembakau dan cengkeh yang menjadi salah satu sumber daya nasional yang penting dan memainkan perannya dalam pemenuhan hak-hak ekonomi dan sosial, kini dihadapkan pada kampanye global anti rokok atau tembakau yang melibatkan banyak elemen di dalamnya.

Industri kretek dituduh oleh kelompok Tobacco Control Support Center (TCSC) telah mengakibatkan kematian yang mencapai 239 ribu orang per tahun. Sedangkan World Health Organization (WHO) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut tinggi lagi, yakni 300.000 orang.

Bahkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut-nyebut – dengan mengutip hasil survei Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) tahun 2007 – angka kematian mencapai 405.720 orang.

Angka-angka itu memang kelihatan sebagai sesuatu yang dilebih-lebihkan atau dibesar-besarkan tanpa memberikan suatu solusi. Untuk satu hal saja timbul persoalan, sebut-menyebut angka itu tidak menjelaskan bagaimana kejadiannya? Apalagi angka-angka yang dimaksud lebih dikesankan sebagai faktor tunggal belaka.

Namun, Kementerian Kesehatan (Kemkes) mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) supaya Indonesia segera meratifikasi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang diadopsi oleh Mejelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) pada Mei 2003.

 

Sumber foto: Eko Susanto

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar