Industri Hasil Tembakau

Pihak Asing Mempengaruhi Peraturan Pemerintah

Array
Ditulis oleh Array

LSM Rumah Kajian dan Advokasi Kerakyatan (RAYA) menyebutkan bahwa kretek harus dimusnahkan dan dimuseumkan.  Koalisi Nasional  Penyelamatan Kretek (KNPK) Zulvan mengungkapkan bahwa RAYA mendapat sokongan Bloomberg Initiative sekitar 25 ribu dolar AS atau sekitar Rp325 juta. Dana tersebut digunakan RAYA untuk kampanye anti-kretek atas pesanan pihak asing.

Bloomberg Initiative merupakan LSM Global yang menghimpun dana dari perusahaan-perusahaan farmasi untuk memerangi rokok di seluruh dunia.  Perusahaan farmasi  berkepentingan menggusur rokok karena  menemukan nikotin sintetis.

Kepentingan perusahaan tersebut mempengaruhi PP No.109 tahun 2012. PP tersebut merupakan adopsi dari Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang disokong oleh perusahaan farmasi.

Kretek tidak bisa dimusnahkan sebagai warisan budaya. Kretek  ditemukan pada mulanya sebagai obat sakit pernapasan. Bukan bahan berbahaya bahi kesehatan seperti rokok yang dipersepsikan  farmasi saat ini.

Banyak kalangan yang tidak mampu melihat sisi positif kretek. Pengaruh pihak asing terhadap masyarakat tentang dampak buruk kretek pada kesehatan sangat kuat. Hal serupa pernah terjadi pada minyak kopra. Dulu Amerika mengkampanyekan bahwa minyak kopra tidak higienis.  Sekarang minyak kopra diproduksi Amerika dan hilang dari Indonesia. Nasib yang sama juga dialami komoditi garam, jamu, kedelai, dan lain sebagainya.

Tentang Penulis

Array

Array

Pesepeda, penjual komik, pemuda Pangalengan.

Tinggalkan komentar