Industri Hasil Tembakau

Perda Rokok di Palembang Rugikan Industri Hasil Tembakau

tembakau
Array
Ditulis oleh Array

Industri hasil tembakau (IHT) mengalami penurunan drastis. Penurunan ini akibat adanya peraturan daerah yang  tidak berpihak pada industri hasil tembakau.

Ketua umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno, mengatakan bahwa Perda No. 7/2009 tentang Kawasan Tanpa  Rokok tidak mempertimbangkan aspek ekonomi. Perda tersebut mengatur tata niaga IHT, bukan mengatur kawasan tanpa asap rokok.

Perda tersebut bertentangan dengan PP No. 109/2012 Pasal 51 dan Keputusan MK Nomor 57/PUU-IX/2011, tentang kewajiban penyediaan  tempat khusus untuk merokok.

APTI memantau telah terjadi penurunan 8-10 persen serapan pasar produk hasil tembakau. Sejak 4 tahun terakhir, penurunan serapan bahan baku tembakau menurun 42 ton per  bulan, peritel  kehilangan pendapatan  4 M per bulan dan PAD  kota Palembang kehilangan pendapatan dari iklan.

Keputusan MK No. 71/PUU-XI/2013 tidak pernah menempatkan rokok sebagai produk yang dilarang untuk dipublikasi dan diperjualbelikan. Tembakau dan cengkeh juga bukan merupakan produk pertanian yang ilegal.

 

Sumber foto: Eko Susanto

Tentang Penulis

Array

Array

Pesepeda, penjual komik, pemuda Pangalengan.

Tinggalkan komentar