Lain-Lain

Ratusan Buruh Farmasi Dirumahkan

buruh
R. Geos Wirya
Ditulis oleh R. Geos Wirya

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi kembali. Ratusan buruh di perusahaan farmasi multinasional telah dirumahkan bulan Februari 2016. Alasan pemutusan hubungan kerja adalah untuk mengurangi kapasitas produksi di perusahaan farmasi tersebut.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, perusahaan seperti PT Novartis mem-PHK 100 orang dari total 300 orang di Kuningan, Jakarta Selatan. PT Sandoz 200 orang dari 300 orang di Pasar Rebo, Jakarta Timur. PT Sanopati Aventis kemungkinan 100 orang dari 300 orang di Jalan A. Yani, Jakarta Timur.

Pemutusan hubungan tenaga kerja ini bukanlah main-main. Perusahaan farmasi yang telah melakukan pemutusan hubungan kerja adalah perusahaan multinasional dari Perancis dan Swiss. Perusahaan tersebut sudah ada puluhan tahun di Indonesia.

PHK di perusahaan farmasi ini menambah deretan panjang PHK massal di perusahaan-perusahaan skala besar lainnya. Sampai Maret nanti, jumlah itu akan terus bertambah, sebab sejumlah perusahaan raksasa dan menengah lain seperti PT Panasonic, PT Toshiba, PT Jaba Garmindo, PT Ford Indonesia, dan Chevron berencana akan melakukan PHK pada ribuan pekerjanya.

Pemerintah harus segera turun tangan menghentikan gelombang pemutusan hubungan kerja. Tapi bukan dengan retorika keberhasilan kebijakan paket ekonomi yang telah terbit. Melainkan bukti nyata menghentikan pemutusan hubungan kerja dari sejumlah perusahaan-perusahaan terhadap buruh di tanah air. Karena buruh hanya memerlukan pekerjaan dan penghasilan layak, bukan persentasi keberhasilan kebijakan pemerintah yang selalu dibanggakan. [M]

 

Sumber foto: kabarburuh.com

 

 

 

Tentang Penulis

R. Geos Wirya

R. Geos Wirya

Pemerhati batuan dan pecinta sepeda.

Tinggalkan komentar