Industri Hasil Tembakau

Lahan Perkebunan Cengkeh Menyerap Banyak Pekerja

cengkeh cengkeh
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Selain negeri penghasil tembakau, Indonesia juga negeri penghasil cengkeh. Sebagai penghasil cengkeh, volume produksi Indonesia adalah yang terbesar di dunia.

Luas lahan perkebunan cengkeh memang menunjukkan kecenderungan meningkat dalam periode 2008-2012. Namun kecenderungan ini tidak diikuti dengan volume produksi. Tahun 2010 merupakan titik puncak produksi cengkeh. Tahun 2011, produksi cengkeh menurun karena curah hujan tinggi yang menyebabkan lebih sedikit bunga cengkeh yang dihasilkan.

Pada lahan perkebunan cengkeh inilah banyak orang yang terlibat dalam proses produksi cengkeh. Tahun 2007, sedikitnya bekerja 1.043.653 orang di perkebunan atau ladang-ladang cengkeh atau 2,5 persen dari total pekerja di sektor pertanian.

Lebih dari 50 persen petani berada di tiga provinsi, yaitu Jawa Timur sebanyak 208.298 orang (19,9 persen), Jawa Tengah (18,9 persen), dan Jawa Barat (16,5 persen). Kendati Sulawesi Utara yang memiliki lahan cengkeh yang terluas dan Maluku merupakan sentra produksi cengkeh yang besar, namun dari jumlah orang yang bekerja masih lebih sedikit dibandingkan tiga provinsi tersebut.

Lebih banyak jumlah petani atau orang yang bekerja di lahan perkebunan cengkeh di Jawa berkaitan dengan kepadatan penduduk. Dengan penduduk yang lebih sedikit, maka petani di luar Jawa menanam cengkeh di lahan yang lebih luas dibandingkan dengan di Jawa.

Perkembangan jumlah orang yang bekerja di perkebunan atau ladang cengkeh selama 2004-2008, tetap bertahan dalam jumlah di atas 1 juta orang yang digolongkan sebagai petani dan sekaligus mengesankan tingkat kestabilannya yang mencukupi.

Tahun 2005, jumlah petani paling banyak, yakni 1,114 juta orang. Sedangkan yang terendah adalah tahun 2006, yakni 1,025 juta orang. Sepanjang periode ini tidak menunjukkan kecenderungan menurun maupun meningkat dalam hal jumlah petani cengkeh. Hanya dalam rentang 2006-2008 saja yang menunjukkan kecenderungan meningkat.

Pada 2010, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menyatakan, jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta orang.

Dengan memasukkan jumlah buruh-tani, maka diperkirakan sampai akhir 2011, lebih dari satu juta orang yang bekerja di ladang-ladang tembakau. Demikian pula mereka yang bekerja di ladang-ladang cengkeh pasti melibatkan buruh-tani dalam memproduksi. Jumlah orang yang bekerja di kedua ladang ini diperkirakan mencapai 2,75 juta orang.

 

(Dikutip dari Suryadi Radjab, Dampak Pengendalian Tembakau terhadap Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya, h.98-100.)

Sumber foto: Flickr

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar