Industri Hasil Tembakau

Kontribusi Industri Tembakau Menyerap Tenaga Kerja

buruh rokok
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Salah satu kontribusi penting industri pengolahan tembakau adalah penyerapannya atas tenaga kerja yang tergolong tinggi. Menurut Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan, sepanjang 12 tahun – periode 1996-2007 – jumlah petani tembakau berfluktuasi antara di atas 400.000 sampai di atas 900.000 orang. Jumlah petani pernah mencapai puncaknya pada 2001, yakni 913.208 orang.

Namun jumlahnya sempat anjlok secara drastis ketika terjadi krisis moneter pada 1997-1998 menghantam Indonesia. Tahun 2006, sempat turun, namun tahun berikutnya bertambah lagi jumlah petani tembakau yang bekerja di banyak perkebunan rakyat.

Sedangkan jumlah petani versi lainnya dengan sedikit selisih dikemukakan kelompok Tobacco Control Support Center-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI) yang mengungkapkan jumlah petani tembakau lebih banyak dibandingkan Ditjen Perkebunan pada 2005, yakni 684.000 orang.

Namun demikian, data jumlah petani 2011 versi Ditjen Perkebunan yang tersebar di 12 provinsi, kelihatan lebih banyak. Jumlah paling banyak adalah Jawa Timur, yakni 511.116 petani.

Selain itu, dalam perkebunan tembakau, terdapat pula orang-orang yang bekerja sebagai pekerja atau buruh tembakau. Secara garis besar, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) juga mengungkapkan bahwa jumlah petani tembakau mencapai 2 juta orang.

 

(Dikutip dari Suryadi Radjab, Dampak Pengendalian Tembakau terhadap Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya, h.96-98.)

Sumber foto: Flickr

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar