Lain-Lain

Gelombang PHK Terus Terjadi

miskin
Bambang Trisunu
Ditulis oleh Bambang Trisunu

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri padat karya kembali marak terjadi. Ribuan buruh yang bekerja di sektor industri elektronik, komponen otomotif, perminyakan, dan garmen terancam kehilangan pekerjaan, ribuan lainnya bahkan telah di-PHK.

Pada Januari 2016, sebanyak 1.818 orang dari 3 perusahaan telah di PHK. Seperti di PT Starlink Indonesia 452 orang, PT Shamoin 1.166 orang, 10% pekerja atau sekitar 200 orang di PT Halliburton Indonesia yang bergerak di sektor migas.

Sampai Maret nanti, jumlah itu akan terus bertambah, sebab sejumlah perusahaan raksasa dan menengah lain seperti PT Panasonic, PT Toshiba, PT Jaba Garmindo, PT Ford Indonesia, dan Chevron berencana akan melakukan PHK pada ribuan pekerjanya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengingatkan bahwa gelombang PHK ribuan buruh jilid II ini sudah lampu merah. Ia menilai selain karena faktor dari melambatnya pasar global yang turut memengaruhi pasar domestik, serta menurunnya daya beli masyarakat imbas dari kebijakan upah murah yang diterapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. Faktor lainnya adalah di tingkat implementasi paket kebijakan ekonomi telah gagal, yang terjadi retorika paket kebijakan hanya untuk menyenangkan investor dan membawa efek negatif bagi para buruh.

Merespon gelombang PHK ini ribuan buruh di beberapa daerah di Indonesia pada tanggal 6 Februari akan kembali turun ke jalan. Mendesak pemerintah segera mengambil langkah nyata dan hentikan segala retorika tentang keberhasilan paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan. [B]

 

Sumber foto: lingkarannews

Tentang Penulis

Bambang Trisunu

Bambang Trisunu

Tembakau, kopi, dan motor tua.

Tinggalkan komentar