Video

Menguak Sisi Gelap Dunia Fashion

 

The True Cost (2015) adalah sebuah film dokumenter yang menguak sisi gelap dunia fashion. Tersingkap di balik setiap pakaian yang kita kenakan. Setiap merek dagang global yang membuat kita ponggah. Setiap pariwara busana yang bangkitkan hasrat konsumtif kita. Dan setiap gelanggang peragaan yang kita jadikan rujukan berbusana. Ada curahan tenaga kerja yang dibayar sekedar untuk mengisi ulang tenaga kerja untuk dicurahkan keesokan hari. Ada modifikasi dan degradasi lingkungan, dampak penghisapan bahan baku terus-menerus.

Inilah yang sutradara Andre Morgan ungkap dalam The True Cost. Sebagai seorang jurnalis, Andre gunakan kepiawaiannya dalam investigasi jurnalistik secara mendalam.

Selama 79 menit kita akan ikuti Andre untuk menelusuri hulu rantai suplai ke pusat produksi tekstil di Kamboja dan Bangladesh, juga ke perkebunan kapas di India. Para pekerja yang memproduksi pakaian dari merek ternama global seperti H&M, GAP, Zara, Uniqlo, Marks & Spencer sampai retail Walmart hanya dibayar kurang dari 3 dolar AS per hari dengan kondisi kerja yang buruk. Sementara keluarga petani kapas mendapati dirinya hidup di tengah kondisi lingkungan dan kesehatan yang kian memburuk akibat penggunaan pestisida dan bibit hasil modifikasi genetik.

Globalisasi menawarkan janji kesejahteraan bagi masyarakat di semua negeri. Negeri yang lebih maju mendapatkan keuntungan berupa produksi barang dengan ongkos produksi rendah dari negeri yang lebih tertinggal. Sementara yang tertinggal mendapat keuntungan berupa kesempatan kerja untuk mengangkat mereka dari kemiskinan.

Pada kenyataan kesejahteraan tidak hadir bagi masyarakat negeri yang lebih tertinggal. Dalam sebuah wawancara dengan seorang pemilik pabrik garmen di Bangladesh, yang pabriknya ikut rubuh saat tragedi rubuhnya Rana Plaza yang membunuh lebih dari 1000 pekerja pada 2013, ia akui kerap menekan para pekerjanya, sebab perusahaan retail fashion yang memproduksi pakaian di pabriknya kerap mengancam akan alihkan produksinya ke pabrik lain yang tawarkan biaya produksi lebih rendah.

Dalam konteks Indonesia, kemalangan yang sama juga menimpa banyak pekerja di pabrik-pabrik garmen di Rancaekek, Tangerang, Purwakarta, Jepara, dan lainnya. Rantai suplai global produk pakaian memposisikan Indonesia di hulu, seperti juga Bangladesh, India, Kamboja, Vietnam, dan banyak negeri lainnya. Itulah sebabnya film ini perlu disaksikan oleh setiap orang terutama oleh para penggiat isu perburuhan, lingkungan, dan para pemegang kepentingan dalam industri fashion. [F]

 

Sumber: Youtube

Tentang Penulis

Muhammad Firman Eko Putra

Muhammad Firman Eko Putra

Penyuka teh, buku, dan petualangan.

Tinggalkan komentar