Lain-Lain

Paviliun Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim Disponsori Perusahaan Perusak Lingkungan

alam

Ada kejutan di paviliun Indonesia pada Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Paris atau Conference of Parties 21 (COP21). Perusahaan sawit dan kertas Indonesia jadi bagian rombongan delegasi. Sinar Mas Group bahkan mensponsori paviliun Indonesia. Upaya tersebut jelas pencitraan atau green washing.

Dalam daftar perusahaan besar di balik kebakaran hutan dan lahan yang dirilis Walhi, anak perusahaan Sinar Mas bertanggung jawab atas kebakaran hutan di Kalimantan, Riau, dan Sumatera Selatan.

Managing Director Sinar Mas Group Gandhi Sulistyo membenarkan jika perusahaannya menjadi sponsor paviliun Indonesia pada perhelatan COP21 Paris. Namun ia berdalih, Sinar Mas menjadi sponsor kolektif bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

PT Asia Pulp and Paper, anak perusahaan Sinar Mas menjadi panelis dan pembicara dalam tujuh seminar yang digelar paviliun Indonesia. Selama tiga hari PT Asia Pulp and Paper menggelar seminar mengenai produksi dan perlindungan kehutanan, integrasi manajemen sosial lewat pendekatan lanskap, dan upaya konservasi dan restorasi.

Juru bicara PT Asia Pulp and Paper, Neglasari menyambut baik moratorium lahan gambut dalam Perppu Larangan Pembakaran Lahan Gambut. Perppu tersebut memberikan kelonggaran untuk dilakukannya pembakaran lahan dengan alasan kearifan lokal. Tidak menyebutkan sedikit pun larangan bagi perusahaan. Pihaknya mendukung setiap upaya pemerintah mempermudah izin usaha.

Mengantongi komitmen pemerintah, PT Asia Pulp and Paper menggandeng lembaga asing untuk menyusun praktik pengelolaan lahan gambut dan pemetaan 4,5 juta hektar lahan di Sumatera dan Kalimantan. Seperti diketahui, saat ini dari 15,3 juta hektar luas Kalimantan Tengah, perusahaan menguasai 12,7 juta hektar (78%). Manajer Kampanye Walhi Nasional, Edo Rahkman, membeberkan hasil analisis Walhi yang menunjukkan mayoritas titik api ada di dalam konsesi perusahaan. Di Hutan Tanaman Industri ada 5.669 titik api, perkebunan sawit 9.168.

Kehadiran perusahaan yang terbukti bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan dalam rombongan delegasi Indonesia pada Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Paris menunjukkan hipokrisi pemerintah Indonesia untuk berkontribusi bagi perbaikan lingkungan.*[F]

 

Sumber gambar: wikipedia

Tentang Penulis

Arya Wiradikha Sudisman

Arya Wiradikha Sudisman

Penulis lepas, pemerhati isu kesehatan, dan penyuka kopi.

Tinggalkan komentar