Lain-Lain

Kapan Pertamina Kuasai Blok Migas Dalam Negeri?

kilang

Kepemilikan asing atas blok migas dalam negeri membuat Pertamina sulit memenuhi kebutuhan minyak nasional. Produksi minyak dalam negeri hanya 24% dari total kebutuhan.

Di Indonesia, menurut data Satuan Kerja Sementara Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas), sebenarnya ada 29 blok migas yang habis masa kontrak pada 2021. Yang terdekat, habis pada 2017—2018 antara lain: blok Mahakam yang dikuasai Total EP Indonesie, North Sumatra Offshore B dan NSO Extention dikuasai ExxonMobil, dan West Pasir dan Attaka milik Chevron Indonesia Company.

Seharusnya pemerintah memberikan dukungan lebih optimal kepada PT Pertamina (Persero) untuk kuasai blok migas dalam negeri yang akan habis kontrak. Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan bahwa sudah lama beredar wacana dari satu dirjen ke dirjen berikutnya meminta agar BUMN ini mendapat prioritas. Namun, sejauh ini dukungan tersebut belum terlihat jelas, baik dari sisi aturan maupun kebijakan yang belum sesuai harapan.

Di negara lain, produksi minyak mentah perusahaan minyak nasional bisa mencapai 79%. Petronas Malaysia salah satunya. Petronas diberikan kepercayaan penuh mengelola blok di dalam negeri oleh pemerintahnya. Sementara Pertamina tidak berdaulat di negeri sendiri.

Dukungan nyata pemerintah diperlukan jika Pertamina ingin berdaulat. Pertamina adalah garda terdepan dari sektor ketahanan energi nasional. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah dapat memberikan keberpihakan pada Pertamina dengan memberikan blok migas yang habis kontraknya pada Pertamina. Belajar dari negeri tetangga, Petronas berkembang dengan pesat karena ada dukungan yang jelas dari pemerintahnya. Dapatkah pemerintah Indonesia lalukan hal serupa pada Pertamina? [F]

 

Sumber gambar: Pixabay

Tentang Penulis

Muhammad Firman Eko Putra

Muhammad Firman Eko Putra

Penyuka teh, buku, dan petualangan.

Tinggalkan komentar