Lain-Lain

Ilusi Kemerdekaan Kampung Kota

kota
Frans Ari Prasetyo
Ditulis oleh Frans Ari Prasetyo

Warga yang bermukim di kampung-kampung di kota Bandung tidak punya pilihan selain ikut arahan pemerintah untuk direlokasi. Kampung Kolase, sebuah perkampungan di bantaran sungai, beberapa pekan lalu mendapat giliran.

Pemerintah berdalih relokasi diperlukan memenuhi kebutuhan lahan untuk pembangunan taman kota bertema Amphitheatre. Dalih lainnya untuk memenuhi kuota Ruang Terbuka Hijau.

Warga Kampung Kolase umumnya tidak memiliki surat kepemilikan tanah yang jelas. Namun, mereka tetap tunjukkan kewajibannya sebagai warga kota yang baik. Mereka adalah pembayar Pajak Bumi dan Bangunan yang taat. Mayoritas mereka sudah menempati lahan tersebut sejak tahun 1970-an. Warga mempertanyakan sikap pemerintah yang sama sekali mengabaikan fakta tersebut.

Kemerdekaan warga kota menempati tempat tinggal tidak bisa hanya dilihat dari sudut pandang hukum. Secara ekonomis warga Kampung Kolase telah investasikan dananya bertahun-tahun untuk bangun tempat tinggal mereka. Aspek ini juga luput dari perhatian pemerintah. Pemerintah tidak memberikan kompensasi yang sesuai dengan nilai harga bangunan yang dikeluarkan warga.

Relokasi dilakukan tanpa mengindahkan aspirasi warga. Status kepemilikan dan penggunaan lahan di tempat baru belum jelas sepenuhnya. Warga berpotensi hadapi situasi serupa, pemerintah bisa kapan saja mengusir warga saat lahan tersebut dibutuhkan.

Kemerdekaan warga bertabrakan dengan dengan kuasa pembangunan. Atas nama pembangunan, semuanya menjadi benar.*[F]

 

Sumber gambar: Frans Ari Prasetyo

Tentang Penulis

Frans Ari Prasetyo

Frans Ari Prasetyo

Pemerhati ruang publik

Tinggalkan komentar