Mineral

Selamatkan Pulau Jawa dari Eksplorasi Pertambangan

rembang
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Masyarakat tidak setuju dengan keberadaan perusahaan pertambangan, baik yang sudah beroperasi karena telah mengantongi “izin” maupun yang masih dalam proses pengurusan perizinan. Inilah beberapa fakta yang melatarbelakangi masyarakat, khususnya petani, untuk menolak keberadaan pertambangan.

Berdasarkan data dari Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa, lahan sawah irigasi di Indonesia yang berjumlah total sebesar 4,1 juta ha, 87.8% (3,6 juta Ha) berada di Pulau Jawa. Untuk mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional yang telah dicanangkan pemerintah, pembangunan Pulau Jawa harusnya bertumpu pada bidang pertanian. Tetapi faktanya, justru banyak izin pertambangan baru dikeluarkan untuk mengubah lahan pertanian menjadi lahan tambang yang semakin mempersempit lahan pertanian produktif.

Di Kabupaten Rembang, selain kasus penolakan pembangunan pabrik semen dan pertambangan batu kapur oleh PT Semen Indonesia, juga ditemukan fakta banyaknya perusahaan pertambangan batu kapur (setidaknya ada lebih dari 10 perusahaan) yang sudah berizin dan beroperasi hingga hari ini. Jelas hal ini kontraproduktif dengan program ketahanan pangan, karena secara kasat mata telah merusak kawasan karst dan mengancam keberadaan cekungan air tanah (CAT) di mana diketahui bahwa kawasan karst dan CAT merupakan reservoir air yang dapat menjamin pasokan air untuk kegiatan pertanian maupun kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Di Kabupaten Blora telah dikeluarkan izin pinjam pakai eksplorasi batu gamping dan batu lempung kepada PT Artha Parama Indonesia untuk kepentingan industri pabrik semen. Adapun daerah yang dieksplorasi adalah Kecamatan Tunjungan, Blora, Jepon, dan Bogorejo dengan luas area total 2.154 ha untuk batu gamping dan 743 ha untuk tanah liat.

Di Kabupaten Grobogan telah dikeluarkan izin eksplorasi batu gamping dan tanah liat di wilayah Desa Kemadoh Batur Kecamatan Tawangharjo dan Desa Dokoro Kecamatan Wirosari dengan luas total 505 ha untuk batu gamping dan 376,79 ha untuk tanah liat, kepada PT Vanda Prima Listri untuk keperluan industri pabrik semen.

Di Kabupaten Pati telah dikeluatkan izin lingkungan kepada PT SMS (anak perusahaan PT Indocement) untuk pabrik semen seluas 2.868 ha di wilayah Kecamatan Kayen dan Kecamatan Tambakromo.

Di Kabupaten Kebumen telah dikeluarkan izin pertambangan kepada PT Medco group seluas 271 ha untuk batu kapur dan 231 ha untuk tanah liat. Izin tersebut di wilayah Kecamatan Buayan dan Kecamatan Rowokeling.

Di Kabupaten Wonogiri telah dikeluarkan izin eksplorasi batu gamping No.545.21/006/2011 dan eksplorasi tanah liat No.545.21/007/2011 kepada PT Ultratech Mining.

Fakta-fakta di atas menunjukkan Pulau Jawa dalam “kondisi darurat” dan wajib untuk segera diselamatkan dari segala upaya “penghancuran” yang berkedok pembangunan dan penanaman modal.

 

Diambil dari press release Jaringan Masyarakat Peduli Penyelamatan Ibu Bumi.

Sumber gambar: caves.or.id

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar