Lain-Lain

Permainan Harga Kartel Industri Farmasi

obat kartel

Penelusuran yang dilakukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan indikasi adanya kartel dalam industri obat di Indonesia. Kartel menentukan harga obat yang memiliki paten untuk penyakit khusus seperti jantung, kanker, hipertensi, ginjal sehingga menjadi amat mahal.

Temuan ini melengkapi penelitian yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2009 yang mengungkap cara perusahaan farmasi untuk raup keuntungan berlipat. Perusahaan farmasi cukup tempelkan merek dagang pada obat-obat generik, marjin harga bisa meroket sampai 80 kali lipat.

Muhammad Syarkawi Rauf, Ketua KPPU mengungkapkan praktik kartel dilakukan oleh 7 perusahaan produsen obat yang terafiliasi dengan perusahaan farmasi asing. Ketujuh perusahaan adalah anggota asosiasi IPMG (International Pharmaceutical Manufacturer Group). Hampir seluruh bahan baku perusahaan-perusahaan ini diimpor dari Tiongkok dan India. Biaya impor yang mahal ditambah monopoli harga oleh kartel menyebabkan harga obat di Indonesia melambung tinggi.

Di antara negara-negara di Asia Tenggara, harga jual obat IPMG di Indonesia termasuk yang paling mahal. Kartel bersekongkol atur harga eceran tertinggi. Menurut survei yang dilakukan pada 2010, sekitar 80% dokter di Indonesia meresepkan obat generik bermerek dagang dalam bentuk antibiotik. Dokter melakukan itu agar memenuhi target penjualan yang dibebankan oleh perusahaan farmasi. Kontribusi obat-obatan dengan resep dokter mencapai 59% dari keseluruhan ceruk pasar. Dengan cara ini industri farmasi di Indonesia berhasil raup laba Rp52 triliun pada 2014 dan diperkirakan tumbuh 11,8% menjadi Rp56 triliun tahun ini.

Dengan mempermainkan harga obat-obatan yang semestinya bisa dijangkau semua kalangan, kartel farmasi secara harfiah sudah membunuh Indonesia. Sudah bukan rahasia jika modal asing adalah aktor utama di belakangnya. Langkah pencegahan bisa dilakukan pemerintah dengan mengatur harga eceren tertinggi (HET) semua produk obat yang beredar di pasaran. [F]

 

Sumber gambar: Flickr

Tentang Penulis

Arya Wiradikha Sudisman

Arya Wiradikha Sudisman

Penulis lepas, pemerhati isu kesehatan, dan penyuka kopi.

Tinggalkan komentar