Lain-Lain

Mencabut Subsidi Listrik 23 Juta Rumah Tangga

listrik
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Pemerintah berencana mencabut subsidi listrik berdaya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Dampak kebijakan tersebut adalah naiknya inflasi dan kemiskinan. Ini hanya sebagian efek domino dari pencabutan subsidi listrik.

Total jumlah pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA mencapai 48 juta rumah tangga. Sedangkan 24,7 juta rumah tangga merupakan masyarakat miskin. Maka sekitar 23 juta rumah tangga bakal dicabut subsidi listriknya oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tahun depan. PLN meminta 23 juta rumah tangga ini beralih ke listrik non subsidi seperti 1.300 VA.

Akibat pencabutan subsidi, harga listrik akan naik mencapai 250%. Menyebabkan 3 sampai 5 juta rumah tangga akan masuk ke dalam kategori rentan miskin. Apabila target inflasi pemerintah 4% maka tahun 2016 akan naik menjadi 5,74%.

Kenaikan tarif listrik akan menyebabkan dampak tidak langsung. Karena tarif listrik merupakan komponen produksi. Harga barang pun akan naik dan inflasi akan kian melejit. Sedangkan pertumbuhan ekonomi akan menjadi turun 0,59%.

Pemerintah seharusnya meniru apa yang dilakukan di Afrika Selatan dengan menggratiskan listrik pada rumah tangga miskin. Bukan mengonversikan golongan listrik berdaya 450 VA dan 900 VA dengan niat terselubung untuk penerapan tarif adjusmen. Sebuah model tarif yang tidak menjadikan kepentingan publik sebagai dasar kebijakan, tapi kepentingan pasar yang dikedepankan. [M]

 

Sumber gambar: pixabay

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar