Lain-Lain

Kongkalikong Bisnis Obat

obat
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Nilai bisnis obat di Indonesia menggiurkan para pemilik modal. Banyak perusahaan farmasi dan sejumlah dokter berkongkalikong agar mendapat untung berlipat. Tahun ini nilai bisnis farmasi mencapai Rp69 triliun.

Sebuah contoh kasus nyata, dokter dan rumah sakit di Jakarta-Bekasi pada tahun 2014 banyak menerima uang dari PT Interbat. Tercantum 327 nama dokter di Jakarta, 95 dokter di Bekasi, dan 40 nama rumah sakit. Setiap dokter menerima uang sebanyak Rp5 juta sampai Rp1 miliar per orang.

Guru besar farmakologi dari Universitas Gajah Mada, Iwan Dwiprahasto, mengatakan nilai bisnis obat yang fantastis membuat perusahan farmasi berlomba memberikan hadiah dan komisi kepada para dokter. Dana buat men-“servis” dokter bisa mencapai 45% dari harga obat. Akibatnya, harga obat menjadi mahal.

Padahal perusahaan farmasi lokal tidak pernah melakukan riset obat. Produksi lokal kebanyakan obat generik, yaitu obat yang telah usai masa patennya. Obat generik pun dikasih merek terkenal atau “me too” agar harganya menjadi melambung. Limpahan hadiah dari perusahan farmasi berdatangan kepada para dokter yang membuat resep produk obat “me too” daripada generik.

Dalam kode etik kedokteran Indonesia semua dokter dilarang membuat keputusan medis di bawah pihak lain dan dilarang menerima upeti dari resep obat. Peraturan Kementerian Kesahatan Nomor 14 Tahun 2014 tentang Gratifikasi dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Korupsi sudah jelas bisa menjerat mereka. Pemerintah tinggal bertindak tegas terhadap para dokter dan rumah sakit penerima uang dari perusahaan farmasi.

Pemerintah harus melindungi rakyat dari kebohongan bisnis obat. Para dokter dan perusahan farmasi mendapatkan untung, sedang rakyat yang membutuhkan obat teriak kesakitan karena harga obat mahal. [M]

 

Sumber gambar: pixabay

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar