Mineral

Audit Petral Tidak Memuaskan

migas
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Audit terhadap Pertamina Energy Trading (Petral) Group tidak memuaskan. Audit terhadap Petral seharusnya dilakukan untuk periode tahun 2004 sampai 2014. Pemerintah hanya mengaudit periode tahun 2012 sampai 2014. Akibatnya, mafia impor minyak mentah dan BBM tidak terbongkar secara menyeluruh.

Peran Petral pada periode tahun 2012 sampai 2014 dalam pengadaan minyak mentah dan BBM sekitar 20%. Intergrated Supply Chain (ISC) yang merupakan divisi di dalam Pertamina yang sebenarnya mempunyai peran terbesar. ISC sengaja dibentuk oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ari Soemarno pada tahun 2008.

ISC pada periode tahun 2012 sampai 2014 berperan sebagai owner estimate. ISC memutuskan pemenang tender dan kesepakatan harga. Pada periode ini Petral hanya sebagai pengundang penjual migas untuk mengikuti tender Pertamina.

Dalam audit forensik yang dilakukan mulai 1 Juli 2015 sampai Oktober 2015 terdapat anomali dalam pengadaan minyak dan produk minyak. Terdapat inefisiensi rantai suplai yang membuat mahalnya harga minyak mentah dan produk. Petral melakukan penunjukan pada satu penyedia jasa Marine Service dan Inspektor.

Pada bulan Juni 2012 Petral mengeluarkan kebijakan prioritas terhadap Oil Company (NOC) dalam pengadaan minyak mentah dan produk . Akibatnya, harga minyak lebih tinggi disebabkan oleh pola price taker dan non-prince taker. Maka sejak itu pula NOC mendapatkan adapre-arrange volume atau pengaturan volume .

Pemerintah harus berkomitmen dalam memberantas mafia migas. Audit seharusnya dilakukan dalam kurun 10 tahun terakhir, yaitu sejak tahun 2004. Supaya terlihat mana peran Petral dan bagaimana peran ISC dalam menentukan pihak produsen minyak pemenang tender dalam pengadaan minyak dan BBM untuk Indonesia. Negara berkewajiban melindungi energi migas. Sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat, bukan kesejahteraan para mafia migas. [M]

 

Sumber gambar: skkmigas.go.id

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar