Lain-Lain

APBN 2016 Mencekik Leher Rakyat

tembakau
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 yang baru disahkan DPR belum pro-rakyat. Dengan alasan lesunya kondisi ekonomi, pemerintah ambisius menaikkan target penerimaan yang tinggi. APBN 2016 tidak realistis dan asal-asalan.

Pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng mengatakan, APBN 2016 sedang dimangsa drakula politik. Darah segar itu sekarang APBN, para oligarki politik merampok anggaran dengan membajak institusi negara. Melalui berbagai skema ribuan proyek infrastruktur, penyertaan modal ke BUMN, serta penyertaan modal ke lembaga keuangan internasional, seperti AIIB dan World Bank, untuk tujuan melipatgandakan hutang.

Ambisi pemerintah akan tercapai dengan mencekik rakyat dengan pajak berlipat ganda, cukai selangit, dan berbagai pungutan yang mencekik leher. Target pendapatan pajak dalam negeri pada 2016 adalah Rp 1.524.012,7 miliar, meningkat 5,8 % dibandingkan targetnya pada APBN 2015 yang tidak tercapai. Pemerintah bagaikan pungguk merindukan bulan.

Salah satu yang disahkan dalam APBN 2016 tersebut adalah target penerimaan cukai tembakau sebesar Rp139,8 triliun, atau naik 16% dari APBN 2015 yang tercatat Rp 120,6 triliun. Kenaikan tarif cukai menjadi ancaman serius bagi pelaku indutri tembakau, khususnya segmen padat karya seperti Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang tengah menurun.

Pemerintah tidak memikirkan konsekuensi kebijakannya, karena industri rokok menyerap banyak tenaga kerja. Ketika cukai naik 7%, puluhan ribu buruh terkena PHK. Selain menaikkan cukai lebih tinggi tiap tahun, subsidi bagi rakyat pun terus dipangkas.

Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi berpendapat, persetujuan sebagian fraksi di DPR untuk RAPBN 2016 adalah bagian dari rencana merugikan rakyat. Sebab, isi APBN 2016 bukan untuk kebutuhan masyarakat. Isinya sampah. Lebih banyak diperuntukan bagi politik pemerintah dan investor sebagai modal utama untuk menggerus kekayaan alam. [B]

 

Sumber gambar: Eko Susanto via Flickr

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar