Lain-Lain

Kesenjangan antara Pulau Jawa dengan Pulau Lain Semakin Lebar

kemiskinan
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Pada tahun pertama kepemimpinannya, Presiden Joko Widodo belum mampu mendorong pemerataan pembangunan ke seluruh negeri. Kesenjangan antara Pulau Jawa dengan pulau lain semakin lebar.

Menurut penelitian yang dilakukan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), sekitar 60% Produksi Domestik Bruto (PDB) terpusat di Pulau Jawa. Temuan ini mempertegas anggapan bahwa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla tidak begitu berbeda dengan pemerintahan sebelumnya yang hanya memusatkan pembangunan di Jawa.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS), tahun ini kontribusi Pulau jawa terhadap PDB sebesar 57,9%, diikuti Pulau Sumatera sebesar 22% yang mengandalkan perkebunan. Meski kaya akan batu bara dan perkebunan sawit, Kalimantan sebagai pulau terbesar hanya beri kontribusi 9,1% pada PDB, diikuti Sulawesi 5,6%, Bali dan Nusa Tenggara (masing-masing 2,9%) dan Maluku serta Papua (1,9%).

Dalam soal pembangunan, pemerintahan Joko Widodo mengikuti paradigma kolonial dahulu, fokus membangun Pulau Jawa yang sudah memiliki infrastruktur pendukung industri, bukan pada pemerataan kesejahteraan. Persoalan ini menyebabkan sekitar satu juta (11,2%) warga menemukan dirinya di lubang kemiskinan tahun ini.

Sementara Indeks Gini Coefficient, alat ukur distrubusi pendapatan di suatu negeri, mencapai titik tertingginya sepanjang sejarah Republik Indonesia, yakni 0,41 poin. Melebarnya disparitas kesejahteraan masyarakat berdampak pada rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (HDI) Indonesia, yang bisa diartikan terdapat konsentrasi kesejahteraan di antara sedikit warga sementara sisanya harus berkubang di persoalan dasar seperti pangan.

Pembangunan yang dipusatkan di Jawa menunjukkan rendahnya kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan warga di kawasan lain, sementara menempatkan kepentingan investor di atasnya. Pemerataan kesejahteraan adalah salah satu janji kampanye pemerintahan Joko Widodo yang harus segera direalisasikan jika memang betul-betul ingin dianggap pemerintahan wong cilik, bukannya wong kapitalis. [F]

 

Sumber gambar: wikipedia

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar