Mineral

Harta Karun Watuputih untuk Anak-Cucu, Jangan Ditambang

semen
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Keanekaragaman hayati di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih yang akan terkena dampak penambangan PT Semen Indonesia Tbk. bisa terancam punah. Peneliti dari LIPI menemukan sejenis kalacemeti baru di sekitar area CAT akibat dari penambangan besar. Dan polusi udara oleh debu mengakibatkan penghuni gua kelelawar dan burung wallet akan pindah ke kawasan lainnya. Jenis hewan ini sangat penting menjaga ekosistem kawasan karst.

Di lokasi kawasan karst, penduduk bertambah sengsara dan melarat akibat ketidaktahuan arti dan cara mengelola kawasan karst, terutama sumber mata air, gua, dan keanekaragaman hayati. Ketidaktahuan ini menjadi sasaran pengembang industri semen yang senantiasa mengiming-imingi penduduk agar mau menjual tanah dan dijanjikan lapangan pekerjaan. Janji ini terbukti hanyalah tinggal janji.

Pembangunan konstruksi pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang yang telah selesai lebih dari 60% tidak bisa menyerap tenaga kerja yang terkena dampak langsung dari pabrik semen. Sebab, industri semen merupakan industri berteknologi tinggi yang tidak membutuhkan tenaga kerja yang tidak terampil.

Pemerintah daerah selalu mendambakan penghasilan jangka pendek, dan mereka berhasil diiming-imingi oleh investor pertambangan berupa retribusi besar dari industri semen tanpa sedikit pun mau menyadari bahwa pertambangan itu terbatas jangka waktu eksploitasinya dan selesai setelah bahan tambang habis.

Pemerintah daerah hanya mewarisi lingkungan alam yang gersang, porak-poranda, dan rakyat yang bertambah miskin. Rencana penambangan yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia,Tbk. bertentangan dengan Peraturan Daerah Rembang Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Rembang 2011-2031. Dalam aturan itu menetapkan bahwa CAT Watuputih sebagai kawasan lindung geologi.

Tidak hanya melanggar Perda RTRW Kabupaten Rembang, tetapi juga melanggar ketetapan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2011 yang menetapkan kawasan sebagai CAT. Penetapan CAT merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2008 tentang air tanah.

Peraturan air tanah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah, Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional

Pengaturan imbuhan air tanah tercantum dalam Pasal 39 dan 40 Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah, Pasal 53-62 dan 106 Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Sumber Daya Air, Pasal 1 Butir 12. CAT adalah suatu wilayah yang dibatasi hidrogeologis tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung.

Masih banyak peraturan atau pasal yang melindungi CAT. Akan tetapi, pabrik semen terus melakukan upaya-upaya pembohongan terselubung yang dilakukan para birokrat, ilmuwan, para pemodal dan penegak hukum. Salah satu buktinya, Gua Wiyu adalah benar-benar gua, akan tetapi Agung Wiharto yang mewakili PT Semen Indonesia Tbk. menyatakan itu sebagai bekas lubang tambang.

Masih banyak gua, mata air, dan ponor yang terdapat di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) akan tetapi tidak dimasukkan dalam dokumen Amdal. Gua tidak hanya berfungsi sebagai reservoir air bagi kehidupan. Tetapi lebih dari itu, gua juga telah merekam banyak jejak sejarah kehidupan masa lalu yang memang wajib untuk dilestarikan. Dengan melestarikan sejarah berarti telah menjaga kesinambungan kehidupan saat ini dan masa depan. Maka dari itu, dengan pembuktian bersama yang akan dilakukan ini semoga tidak hanya untuk penanggulangan dan pemulihan terhadap kegiatan yang merusak lingkungan.

Karena ini bagian dari pembohongan dan ketidaktaatan peraturan, maka masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) meminta dengan tegas kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubernur Jawa Tengah, dan Bupati Rembang untuk mencabut semua perizinan yang dikeluarkan. Karena pijakan untuk mengeluarkan izin itu banyak melanggar peraturan juga adanya isi Amdal yang tidak sesuai dengan lapangan yang menunjukkan ini bukti-bukti pembohongan yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia Tbk.

Salam Kendeng Lestari.

 

Sumber gambar: JMPKK

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar