Lain-Lain

Ancaman PHK Akibat Perlambatan Ekonomi

buruh rokok
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Pemutusan hubungan tenaga kerja mulai terjadi di berbagai sektor industri. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat ada 43.085 kasus pemutusan hubungan tenaga kerja terjadi selama tahun 2015. Pengangguran meningkat dari 5,7 % menjadi 6%.

Perekonomian melambat dengan pertumbuhan pada kuartal pertama dan kedua di level 4,71% dan 4,67%. Pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan tahun 2015 menjadi 5,2% dari target awal 5,7%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan pemutusan hubungan kerja sudah tidak bisa dihindari. Melambatnya perekonomian dalam negeri menjadi alasan utama pengusaha untuk melakukan efisiensi biaya produksi melalui pemutusan tenaga kerja.

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera (KSBSI) Mudhofir mengatakan, pemutusan hubungan kerja harus dihindari dan pemerintah segera mengatasi pengangguran agar tidak menjadi masalah baru. Pemerintah mesti segera bersinergi dengan para pelaku industri untuk mencari solusi. Solusi mesti dirundingkan dengan para buruh terlebih dahulu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Jangan sampai buruh menjadi korban atas kebijakan pemerintah dan pengusaha. Pemerintah mesti membantu meringankan beban yang dipikul kaum buruh. Sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28H bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. [M]

 

Sumber gambar: Flickr

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar