Lain-Lain

Masyarakat Adat dalam Perubahan Iklim

hutan
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Pemerintah Indonesia September 2015 ini telah mengumumkan secara resmi draft final Intended Nationally Determined Contribution (INDC). INDC merupakan dokumen komitmen negara-negara di dunia untuk mengatasi perubahan iklim pasca tahun 2020. Dokumen ini akan disampaikan ke The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) pada bulan Oktober 2015 sebelum Conference of Party 21 di Paris Desember 2015.

Namun, dokumen itu tidak menyebut istilah indigenous peoples, yang ada adalah adat communities. Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia belum sepenuhnya memahami dan mengakui hak-hak komunitas masyarakat adat.

Menurut Abdon Nababan, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, draft itu mengingkari masyarakat adat di Indonesia dengan tidak menggunakan istilah indigenous peoples sebagaimana tertuang dalam Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat. Pendekatan adat communities adalah individu sedangkan  indigenous peoples adalah komunitas (14/9/2015).

Abdon menilai dokumen INDC ingin mengerdilkan masyarakat adat ke dalam hak-hak individual. Bukan lagi sebagai pelaku REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation), pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

Ada upaya terselubung seluruh program REDD hanya dilakukan perusahaan swasta  atau korporasi yang ingin berbisnis karbon hutan. Pengusaha dalam dan luar negeri antre mengajukan izin ke pemerintah melalui skema restorasi ekosistem. “Saya curiga carbon cowboy atau pebisnis karbon ini berada di balik tim penyusun INDC,” kata Abdon.

Pemerintah mestinya konsisten dan tegas mengakui masyarakat adat sebagai indigenous people dalam dokumen INDC. Bila pemerintah mengakui kontribusi masyarakat adat dalam mengelola dan menjaga hutan adat, minimal broker karbon bisa dikendalikan dan komitmen penurunan emisi pun bisa tercapai. Pihak swasta atau korporasi harus bersinergi dan mengikuti aturan masyarakat adat sebagai pemilik hutan sesungguhnya. (M)

Sumber gambar: wikipedia

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar