Lain-Lain

Bencana Kabut Asap Kejahatan Luar Biasa

Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Sudah sebulan lebih bencana kabut asap menyelimuti Riau dan sekitarnya. Pelaku utama pembakaran hutan adalah perusahaan-perusahaan perkebunan besar dan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Titik api di antaranya berada di area HTI seperti di PT Arara Abadi 336 titik, PT RAPP 297 titik, PT Bukit Baatu Hutani 107 titik, PT Inhil Hutani Pratama 103 titik, PT Rimba Rokan Lestari 146 titik, dan PT Sumatera Riang Lestari 208 titik, dan di area perkebunan seperti di PT Alam Lestari 43 titik, Non HG 1730 titik, PT Langgam Inti Hibrindo 23 titik, dan PT Pusaka Mega Bumi Nusantara 10 titik.

Azrizal Nasri dari Gerakan Melawan Asap Riau menyatakan bahwa asap yang muncul di Riau adalah kejahatan luar biasa, terstruktur, sistematis dan masif. Pernyataan ini dipertegas oleh Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Abetnego Tarigan. Tarigan menyatakan bahwa para pelaku pembakaran hutan di sejumlah wilayah Indonesia merampas hak konstitusi masyarakat di dalam mendapatkan tempat tinggal dan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pasal 28H Ayat 1, UUD 1945 menyatakan Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Belum terlihat ketegasan sikap pemerintah dalam menangani kejahatan luar biasa ini. Belum adanya sanksi tegas, baik itu sanksi administratif (pencabutan izin usaha), maupun sanksi pidana, terhadap oknum perusahaan-perusahaan tersebut. Bencana terus berkepanjangan dan merampas hak konstitusi masyarakat.

Pemerintah harus bergerak cepat menanggulangi kejahatan luar biasa ini demi menjamin dan melindungi hak masyarakat sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945 Pasal 28H Ayat 1. [I]

Sumber foto: geospasial.bnpb.go.id diakses 19 September 2015

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar