Lain-Lain

Perjuangan Gerakan Buruh Indonesia

buruh
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

SS Bond (Staatspoorwegen Bond) adalah serikat buruh Indonesia pertama yang berdiri pada tahun 1905 oleh buruh-buruh kereta api di Pulau Jawa. Pada tahun 1910, orang-orang bumiputera menjadi mayoritas dengan jumlah anggota 826 dari 1.476 (jumlah seluruh anggota).

Pada tahun 1908 berdiri perserikatan buruh Vereeniging van Spooor-en Tramweg Personeel in Nederlandsch Indie (VSTP). Serikat ini memiliki basis yang lebih luas ketimbang SS Bond, karena tidak ada perbedaan kelas. Sejak tahun 1913, di bawah pimpinan Semaoen dan Sneevliet, perserikatan ini bergerak secara militan. Kedua tokoh ini tercatat sebagai tokoh gerakan radikal di Jawa yang paling berpengaruh.

Di bawah pimpinan Semaoen, VSTP terus memperjuangkan kepentingan kaum buruh, seperti pembelaan hak-hak buruh, memperbaiki kondisi kerja, dan sebagainya. Pimpinan VSTP dengan sejumlah tokoh sosialis lainnya mendirikan Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV). Tokoh-tokoh yang tidak setuju dengan gagasan ini kemudian membentuk Indische Sociaal-Democratische Partij (ISDP) pada tahun 1917. ISDV kemudian berubah nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1920.

Pada bulan Januari 1922, buruh-buruh pegadaian melakukan pemogokan. Ribuan buruh yang terlibat pemogokan ini tidak masuk kerja sebagai ungkapan protes mereka. Pemerintah Hindia-Belanda tidak mempedulikan para buruh yang mogok ini, sehingga tidak ada penyelesaian. VSTP dan Revolutionaire Vakcentrale (RVC) mendukung para pelaku aksi mogok ini dengan melakukan kampanye pengumpulan dana. Dalam kongres Persatoean Vakbonden Hindia (PVH) Desember 1922, pemogokan umum menjadi bahan pembicaraan yang penting. Semaoen kemudian mengambil keputusan mengadakan pemogokan buruh melalui VSTP.

Kemudian pada tahun 1923, para buruh-buruh kereta api melakukan mogok massal yang mengakibatkan lalu lintas Jawa mati total. Pemerintah Hindia-Belanda mengambil tindakan keras, menangkap seluruh pemimpin pemogokan serta melarang organisasi mengadakan pertemuan. Semua propaganda yang dilakukan aktivis buruh dianggap sebagai tindakan kriminal (anarkis).

Sama seperti zaman kolonial, pada masa orde baru, gerakan buruh mengalami represi keras. Penyelesaian-penyelesaian kasus perburuhan pada masa orde baru mengandalkan kekuatan militer. Militer terlibat langsung dan menjadi bagian dari Pola Penyelesaian Hubungan Industrial. Mereka diberi wewenang untuk melakukan tindakan-tindakan represif guna menghentikan perlawanan gerakan buruh. Salah satu kasus yang paling nyata adalah kasus Marsinah pada tahun 1993.

Tanggal 8 Mei 1993, Marsinah terbunuh dan jasadnya ditemukan tak bernyawa di ladang petani di Nganjuk, Jawa Timur, dalam kondisi telah mengalami penyiksaan berat. Marsinah sebelumnya menuntut kenaikan upah sebesar Rp550 sesuai dengan Surat Edaran Gubernur KDH Tingkat I Jawa Timur, No.50/Th.1992 dari Rp1.700 per hari menjadi Rp2.250. Marsinah adalah pahlawan buruh yang menjadi korban kekejaman rezim Soeharto. Suara perlawanannya menuntut kenaikan upah 20% dari gaji pokok di pabrik arloji PT Catur Putra Surya tempat ia bekerja, berujung pada penghilangan nyawanya.

Pada peringatan Hari Buruh Sedunia 2015, Sebastian Manuputy melakukan aksi bakar diri di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Empat tahun sebelumnya, 7 Desember 2011, aksi bakar diri dilakukan Sondang Hutagalung di depan Istana Negara. Aksi Sondang adalah simbol gugatan rakyat terhadap rezim yang korup yang abai terhadap penegakan Hak Asasi Manusia dan buta-tuli terhadap penderitaan rakyat. Sondang adalah martir. Ia telah mengorbankan dirinya sendiri demi bangsanya.

Marsinah, Sondang, Sebastian, Semaoen, Sneevliet, dan pejuang rakyat lainnya adalah potret perjuangan kaum buruh demi masa depan. Ingatan rakyat Indonesia terhadap mereka tak akan pernah hilang.

Sumber gambar: boston.com

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar