Lain-Lain

Buruh Indonesia Punya Satu Dunia untuk Dimenangkan

mayday
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Hari Buruh Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Mei. Adalah momentum perjuangan bagi setiap buruh di semua negeri untuk memperjuangkan haknya. Perjuangan itu diekspresikan lewat turun ke jalan. Tidak terkecuali di Indonesia, berbagai kelompok buruh menyampaikan harapan.

Akhir tahun ini Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimulai. Liberalisasi tenaga kerja menjadi agenda pokok. Konsekuensinya, situasi ketenagakerjaan semakin pelik. Buruh Indonesia tidak hanya terhimpit oleh persoalan lama seperti upah rendah, outsourcing, sistem kerja kontrak, dan jaminan sosial minim. Tapi juga harus berhadapan dengan arus masuk buruh dari negara ASEAN lainnya. Kepastian kerja semakin tipis, daya tawar menurun.

Dalam peringatan Hari Buruh Sedunia kali ini beberapa serikat buruh menyertakan soal perlindungan buruh sebagai agenda. Buruh dari Komite Persiapan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KP-KPBI) misalnya, menuntut Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, segera membikin Undang-undang Perlindungan Buruh.

Koordinator KP-KPBI, Sukanti mengatakan, tuntutan perlindungan bagi buruh dalam hadapi MEA adalah amanat Konstitusi. Negara memang bertugas dan berkewajiban untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dari ancaman hilangnya pekerjaan dan penghidupan yang layak. Undang-Undang Perlindungan Buruh harus menjadi prioritas agenda Pemerintah Indonesia.

Sukanti menilai, pemerintah belum sungguh-sungguh melindungi buruh dari dampak buruk liberalisasi pasar tenaga kerja yang akan diterapkan. Pasalnya, potensi pemutusan hubungan kerja cukup besar mengingat mayoritas buruh Indonesia memiliki tingkat pendidikan rendah dibanding negara ASEAN lain. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan International Labour Organization (ILO) tahun 2013, 57% perusahaan di kawasan ASEAN memilih tenaga kerja berlatar belakang pendidikan SMA/SMK dan universitas.

Selain soal MEA, tuntutan buruh yang belum diwujudkan pemerintah tetap jadi tuntutan utama. Ade Setiawan dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mengatakan, “Harapan May Day di tahun ini, ubah jam kerja dari 8 jam jadi 6 jam, jalankan jaminan pensiun untuk buruh, kesehatan gratis untuk seluruh rakyat Indonesia, hapus outsourcing dan sistem kerja kontrak, kenaikan upah buruh 2 tahun sekali, bangun partai buruh, pendidikan gratis untuk seluruh rakyat Indonesia dan hapus PHI (Pengadilan Hubungan Industrial).”

Hari Buruh Dunia yang jatuh pada hari ini harus jadi momentum wujudkan Undang-Undang Perlindungan Buruh. Undang-undang ini mesti memuat jaminan perlindungan upah layak nasional, perlindungan jaminan dan kepastian pekerjaan yang layak, jaminan sosial, perumahan yang layak, dan mekanisme industrial yang manusiawi dan terkontrol oleh negara, sehingga kasus-kasus perburuhan yang marak terjadi hari ini tidak semakin sewenang-wenang dilakukan oleh pengusaha.

Kita punya satu dunia untuk dimenangkan. Kaum buruh semua negeri, bersatulah!

Sumber gambar: flickr

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar