Lain-Lain

Proyek Kemitraan Strategis dengan Tiongkok

Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Di sela-sela KTT Asia-Afrika ke-60, Presiden Joko Widodo dan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan pertemuan bilateral pada 22 Maret 2015. Pertemuan terutama membahas realisasi kemitraan strategis komprehensif kedua negara. Xi Jinping menegaskan komitmennya untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Salah satu wujud komitmennya adalah pemberian pinjaman dana sebesar Rp647 triliun.

Pendanaan proyek dibiayai lewat Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dan China-Indonesia Maritime Fund. Beberapa proyek yang didanai adalah pembangunan 24 pelabuhan dan 15 bandar udara, pembangunan jalan sepanjang 1.000 km, pembangunan rel kereta api sepanjang 8.700 km, serta pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW. Yang terbaru adalah proyek pembangunan jalur kereta supercepat Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya.

Belajar dari pengalaman kerja sama dengan Tiongkok dalam pembangunan pembangkit listrik dan bus TransJakarta, pemerintah harus lebih cermat dan tegas dalam menetapkan standar mutu. Anggota Komisi XI DPR, Ecky Awal Muharam, mengingatkan, “Jangan sampai terulang pengalaman buruk seperti proyek pembangunan pembangkit listrik fast track program (FTP) 10.000 MW tahap pertama. Kapasitas dari proyek tersebut sangat rendah, hanya 35-50% seperti dilaporkan pejabat Bappenas,” kata Ecky di Jakarta, Senin (27/4/2015).

Pengalaman pembelian bus TransJakarta berkarat dari Tiongkok juga harus jadi pelajaran. “Pemerintah harus belajar dari pengalaman tersebut dengan memperbaiki syarat dan ketentuan kontrak serta melakukan pengawasan yang ketat dalam eksekusinya,” ujar Ecky.

Dalam memilih kerja sama dengan negara asing, pemerintah harus memperhitungkan tiga faktor utama. Pertama, memastikan kualitas dan ketepatan waktu proyek tersebut. Kedua, memastikan penyerapan tenaga kerja dan tingkat kandungan dalam negeri semaksimal mungkin. Ketiga, memastikan transfer teknologi dan pengetahuan terjadi sepenuhnya.

Pemerintah harus menyakinkan masyarakat bahwa hubungan kemitraan strategis yang komprehensif adalah hubungan saling melengkapi satu dengan lain. Bukan hubungan yang merugikan negara.

Sumber gambar: setkab.go.id

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar