Lain-Lain

Polemik Hutang Luar Negeri Indonesia pada IMF

mata uang
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Polemik hutang luar negeri Indonesia ke International Monetary Fund (IMF) pekan lalu membuat IMF angkat bicara. Polemik bermula dari pernyataan Presiden Joko Widodo tanggal 27 April 2015 tentang posisi hutang Indonesia pada IMF.

Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melalui akun media sosial, angkat bicara soal hutang pada IMF. Menurut SBY, hutang Indonesia pada IMF sudah dilunasi semasa pemerintahannya pada tahun 2006.

Menanggapi polemik ini, adviser IMF, Benedict Bingham, menyampaikan saat ini Indonesia tidak memiliki pinjaman dari IMF. Adapun utang yang dilaporkan Bank Indonesia (BI) berkaitan dengan alokasi Special Drawing Rights (SDR) Indonesia. Benarkah demikian?

IMF adalah lembaga yang fungsinya menyediakan pinjaman likuiditas untuk menyeimbangkan nilai mata uang suatu negara. SDR adalah alokasi dana dari IMF, berupa cadangan mata uang asing, untuk negara anggotanya. Tujuannya untuk menyeimbangkan nilai rupiah terhadap mata uang asing.

Menurut Benedict, “Di bawah perjanjian kalau IMF mengalokasikan SDR untuk semua negara anggota sebanding dengan kuota mereka di IMF. Alokasi SDR ini sebagai tambahan likuiditas. Saat ini alokasi SDR adalah sekitar US$2,8 miliar atau SDR 1,98 miliar.”

Di bawah aturan akuntansi standar, alokasi SDR ini diperlakukan sebagai kewajiban asing Bank Indonesia. Ini yang dianggap Presiden Joko Widodo sebagai hutang luar negeri pada IMF. Sedangkan kepemilikan SDR diperlakukan sebagai aset asing BI.

“Jadi ketika SDR dialokasikan tidak ada perubahan dalam hutang bersih anggota untuk IMF,” kata Benedict, Rabu (29/4/2015).

Senada dengan IMF, Bank Indonesia (BI) menyatakan posisi kewajiban sebesar US$2,8 miliar kepada International Monetary Fund (IMF) bukan merupakan pinjaman yang selama ini dikenal. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, menuturkan kewajiban itu merupakan alokasi Special Drawing Rights (SDR).

Sebagai anggota IMF, Indonesia diwajibkan menerima alokasi dana SDR IMF untuk menyesuaikan nilai mata uang rupiah terhadap naik-turun nilai tukarnya. SDR berfungsi sebagai rekening IMF di negara-negara seperti Indonesia. Itulah kenapa dalam neraca akuntansi BI, SDR ditempatkan sebagai komponen hutang.

Pada posisi ini, nilai rupiah sangat ditentukan oleh IMF. Di situ kedaulatan mata uang kita tidak ada artinya.

Sumber gambar: flickr

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar