Industri Hasil Tembakau

Gerakan Anti-Tembakau Mengancam Kedaulatan Bangsa

rokok
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Di tengah persaingan global, kretek dan tembakau selalu dikambinghitamkan, bahkan dibunuh dengan berbagai macam regulasi serta gempuran-gempuran gerakan anti-tembakau. Segelintir elemen masyarakat melakukan gerakan-gerakan anti-tembakau yang mengancam kedaulatan bangsa.

Gerakan kampanye anti-tembakau dengan memakai dalih kesehatan sudah bukan hal baru. Tembakau dan kretek dikambinghitamkan sebagai penyebab kematian dan dianggap sumber munculnya berbagai macam penyakit yang mengerikan. Isu ini menjadi senjata ampuh gerakan anti-rokok. Padahal lebih berbahaya asap knalpot dan cerobong asap pabrik (Lihat: Rokok versus Polusi Udara)

Kampanye anti-tembakau tidak bisa dianggap sepele. Kepentingan asing turut mengambil peran dalam mematikan tembakau dan industri rokok nasional, seperti gerakan yang didanai konglomerat Amerika bernama Bloomberg.

Gerakan-gerakan anti-rokok terkait dengan kepentingan korporasi-korporasi farmasi multinasional. Gerakan ini didanai untuk mengutuk tembakau, melarang iklan produk-produk tembakau, memberlakukan larangan merokok, dan mendorong terapi para perokok. Ini semua bertujuan mendongkrak penjualan produk-produk anti-rokok yang menguntungkan korporasi farmasi global.

Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang digadang akan menjadi hukum internasional terkait pengendalian tembakau. FCTC diklaim oleh WHO sebagai pelindung bahaya produk-produk hasil tembakau termasuk kretek Indonesia. WHO berpendapat bahwa dengan dikeluarkannya FCTC sejak 27 Februari 2005, berpengaruh besar terhadap upaya penanggulangan bahaya tembakau seperti kehancuran kesehatan, konsekuensi sosial, lingkungan, dan ekonomi. (WHO Framework Convention on Tobacco Control, Fifty-Sixth World Health Assembly, 21 Mei 2003)

Korporasi asing tidak peduli kedaulatan suatu negeri yang hidup dari sektor tembakau. Di Indonesia, tembakau dan kretek merupakan sumber penghidupan masyarakat dan sudah menjadi bagian dari warisan budaya nusantara. Sektor ini telah menyerap puluhan juta tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 100 triliun dalam bentuk cukai yang disetorkan ke negara tiap tahunnya. (Baca:Industri Kretek Harus Menjadi Prioritas Nawa Cita dan Berdaulat Tanpa Intervensi Asing)

Sumber gambar: Eko Susanto vis Flickr

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar