Industri Hasil Tembakau

Manfaat Cengkeh

cengkeh tembakau
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Cengkeh adalah salah satu jenis rempah khas Indonesia. Tanaman ini bisa ditemukan di hampir seantero nusantara. Di Indonesia, masyarakat umumnya memanfaatkan cengkeh sebagai bumbu masakan dan bahan utama rokok kretek khas Indonesia. Cengkeh berasal dari tanaman bernama latin myrtaceae. Masyarakat Indonesia menyebut tanaman tersebut Pohon Cengkeh.

Budidaya cengkeh di Indonesia sudah dilakukan ratusan tahun. Budidaya cengkeh paling banyak ditemukan di daerah Maluku. Pada zaman penjajahan Belanda, tanaman ini dibawa dalam jumlah banyak ke Eropa untuk digunakan sebagai bahan pembuatan obat. Saking berharganya tanaman ini, pada masa itu cengkeh bernilai moneter lebih mahal daripada emas mulia.

Manfaat cengkeh untuk kesehatan diperkenalkan penjajah Belanda kepada masyarakat Indonesia. Cengkeh adalah sumber nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh karena mengandung vitamin, kalsium dan juga magnesium. Serat cengkeh baik bagi pencernaan. Selain itu, cengkeh memiliki zat untuk melawan bakteri yang membahayakan perut dan kuman pada mulut. Zat eugenol yang terdapat dalam cengkeh memiliki kandungan anti jamur, serta efektif dalam melawan penyakit kulit yang disebabkan oleh cacing cincin.

Minyak cengkeh sering digunakan untuk mengobati gigi. Penelitian terakhir menemukan kandungan anelgesik di dalam cengkeh. Analgesik berguna untuk mengurangi sakit pada gusi. Cengkeh merupakan salah satu makanan yang baik untuk pencernaan. Tidak hanya melawan kembung dan bisul, namun juga efektif meredakan mual dan gangguan pencernaan. Eugenol yang terkandung pada cengkeh berfungsi untuk mencegah pembekuan pada darah dan mencegah stroke. Hingga saat ini, para peneliti masih melakukan riset untuk mengetahui manfaat lain dari tanaman cengkeh bagi kesehatan jantung.

Cengkeh memiliki kandungan yang tidak disukai nyamuk. Gunakan cengkeh untuk mencegah Anda dari gigitan nyamuk yang menyebabkan malaria, demam berdarah, dan juga penyakit-penyakit lain yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Cengkeh dipercaya dapat meningkatkan sistem imun dan juga melawan seluruh penyakit mulai dari ringan hingga penyakit yang mematikan.

Sejak dikembangkan di Indonesia pada abad ke-19, budidaya tanaman cengkeh baru mencapai tahap swasembada pada tahun 1991. Namun sejak saat itu produksi tanaman cengkeh terus mengalami penurunan drastis. Dari 724.986 hektar pada 1991, menurun drastis hingga hanya 213.182 ha pada tahun 2005. Jika pemerintah tidak bergegas mengantisipasi ini maka diperkirakan pada tahun 2016 nanti 50% kebutuhan cengkeh Indonesia harus diimpor dari luar.

Pemerintah dapat melakukan intensifikasi, peremajaan, dan rehabilitasi tanaman cengkeh untuk memenuhi kebutuhan 92.133 ton bahan baku kretek dan obat-obatan.

Sumber gambar: Eko Susanto via Flickr

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar