Pangan

Lemahnya Ketahanan Pangan Indonesia

padi
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Ketahanan pangan di Indonesia mengalami penurunan signifikan setiap tahun. Berdasarkan Sensus Pertanian 2013, jumlah rumah tangga pertanian 26,13 juta (11% dari total penduduk Indonesia). Turun jauh bila dibandingkan tahun 2003 sejumlah 31,17 juta.

Dari 26,13 juta petani, 16 juta (61,5%) adalah petani gurem yang tidak memiliki tanah. Lahan pertanian hilang 5 juta hektar menjadi 26 juta hektar dalam rentang tahun 2003 sampai 2013. Hilangnya lahan mempengaruhi ketahanan pangan, sumber penghidupan petani, meningkatnya konflik agraria, kriminalisasi, dan pelanggaran HAM terhadap petani.

Dampaknya, produksi beras turun. Maka untuk memenuhi kebutuhan beras nasional, pemerintah mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand yang mencapai ratusan ribu ton. Total impor beras dari kedua negara tersebut sebesar 425.000 ton, Thailand sebanyak 175.000 ton dan Vietnam sebanyak 250.000 ton. Tahun 2014 Thailand dan Vietnam menjadi pemasok terbesar impor beras Indonesia.

Pada Februari 2015, harga beras di Indonesia mengalami kenaikan. Menurut Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, stok beras di Kementerian Pertanian dan Bulog masih mencukupi kebutuhan rakyat. Gobel berpendapat, selain faktor cuaca, kenaikan ini dipicu oleh ulah permainan tengkulak dan kesalahan pemerintah dalam mengatur distribusi beras.

Kenaikan harga beras juga terkait dengan kerusakan irigasi dan menurunnya debit air permukaan tanah yang mengakibatkan panen gagal. Faktornya, banyak alih fungsi lahan dari pertanian padi menjadi perkebunan monokultur seperti kelapa sawit.

Rezim Jokowi sedang menggalakkan program kedaulatan pangan. Mampukah seluruh kebutuhan pangan nasional dipenuhi dari hasil produksi pertanian sendiri sekaligus menyejahterakan kaum tani?

Sumber gambar: pixabay

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar