Industri Hasil Tembakau

Awas Upaya Asing Menggagalkan RUU Pertembakauan

tembakau
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah memastikan menyertakan RUU Pertembakauan serta 159 Rancangan Undang-undang (RUU) lainnya ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2015-2019.

Khusus terkait RUU Pertembakauan, DPR akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang terdiri dari anggota Komisi IV Bidang Pertanian, Komisi VI Bidang Industri dan Perdagangan, Komisi IX Bidang Kesehatan, dan Komisi XI Bidang Keuangan.

Salah seorang anggota Komisi IV, Firman Subagyo, mengungkapkan bahwa DPR menyertakan RUU Pertembakauan ke dalam Prolegnas menimbang aspek strategisnya. DPR menilai tembakau merupakan komoditi perkebunan yang mempunyai peran penting dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup. Firman mengakui ada tekanan cukup kuat dari sebagian elemen masyarakat yang menitikberatkan pada dampak buruk bagi kesehatan yang dihasilkan tembakau. Namun dia menilai DPR perlu mempertimbangkan juga arti penting tembakau sebagai warisan budaya Indonesia bagi masyarakat luas.

“Ini semua harus dipertimbangkan karena merupakan sumber pendapatan negara. Setuju kesehatan dikedepankan tapi jangan mematikan hak-hak hidup rakyat yang lain. Selain itu, tembakau juga dilindungi dalam UU No.39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. Pada Penjelasan Pasal 52 disebutkan bahwa tembakau itu merupakan perkebunan strategis yang mempunyai peranan penting dalam pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup,” kata Firman.

Segelintir elemen masyarakat anti-tembakau, misalnya Smoke Free Agents (SFA), beberapa waktu lalu mengadakan aksi demonstrasi mengecam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan oleh DPR RI. Alasan mereka, selain dianggap merusak kesehatan, industri tembakau disinyalir tidak menguntungkan petani kecil dan hanya menguntungkan industri besar. SFA menawarkan solusi untuk meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), sebuah traktat internasional yang dirancang untuk menghadapi dampak negatif tembakau.

Menanggapi tudingan miring dari berbagai elemen masyarakat anti-tembakau, Firman Soebagyo menilai ada upaya yang sengaja menggagalkan RUU ini masuk dalam Prolegnas. “Ada upaya untuk menggagalkan RUU Pertembakauan menjadi UU. RUU Pertembakauan ini dibuat bukan untuk mematikan petani tembakau. Bukan juga mematikan pabrik rokok kretek,” kata Firman.

Pro-kontra RUU Pertembakauan ini harus dilihat dari aspek bahwa kesejahteraan masyarakat adalah hak berdaulat masyarakat itu sendiri. Negara bertanggung jawab melindungi kedaulatan rakyat dari anasir-anasir asing. Anasir bermuka bidadari tapi berhati serigala.

Sumber gambar: Eko Susanto via Flickr

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar