Industri Hasil Tembakau

Petani Dukung 31 Mei Hari Terima Kasih Tembakau

petani tembakau
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Di saat kelompok anti-tembakau gencar memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada 31 Mei. Masyarakat tani tembakau, menanggapi persoalan itu secara dingin. Petani tetap melakukan aktivitas sehari-hari menanam tembakau.

Adanya elemen masyarakat yang memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia merupakan pengebirian terhadap petani tembakau dan sarat dengan agenda asing. Pemerintah yang harusnya melindungi rakyatnya, justru tidak berpihak kepada petani tembakau.

Padahal cukai dari tembakau atau rokok hampir Rp90 triliun per tahun, merupakan salah satu penyumbang pajak terbesar kepada negara. Selain itu, sekitar 30,5 juta jiwa masyarakat Indonesia hidup dari mata rantai bisnis tembakau. Dari hulu hingga ke hilir mulai petani, buruh tani tembakau, petani dan buruh tani cengkeh, pekerja pabrik, pedagang, dan lain-lain.

Kendati petani tidak menanggapi serius adanya Hari Tanpa Tembakau dan tetap melakukan aktivitas seperti biasanya, masyarakat tani tetap kukuh pendirian akan berjuang melawan PP 109 Tahun 2012 yang merugikan, sampai PP itu dicabut oleh presiden.

Menurut sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Temanggung, Agus Setyawan, pihaknya memang tidak melakukan aksi tandingan.

“Kami tidak mau sporadis head to head, apabila ada upaya adu domba oleh asing berarti upaya provokasi itu berhasil. Kita bermain cantik dan tentu ke depan tetap akan melakukan aksi menentang PP 109,” ujarnya.

Meski demikian, petani sendiri sudah diwakili oleh komunitas kretek di tujuh kota besar di Indonesia. Tujuh kota tersebut meliputi Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Makassar, Jember, Surabaya, dan Medan. Adapun salah satu tuntutan mereka yakni menolak Peraturan Pemerintah Nomor 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif pada Produk Tembakau bagi Kesehatan.

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar