Lain-Lain

Persebaran Dokter di Indonesia Tidak Merata

Nafsiah-Mboi
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Masih tingginya rakyat miskin yang tidak bisa mengakses fasilitas kesehatan memadai, menunjukkan buruknya pelayanan kesehatan di Indonesia. Penyebaran dokter yang tidak merata menjadi salah satu penyebab rendahnya pelayanan kesehatan tersebut.

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Dr. Zaenal Abidin, jumlah dokter di Indonesia sekarang mencapai 160 ribu orang. Namun, persebarannya memang belum merata di seluruh daerah. Saat ini di Jakarta terdapat sekitar 16 ribu dokter dan termasuk kelebihan, kemudian di kota besar lainnya memiliki jumlah dokter yang lebih banyak dibanding daerah.

Belum meratanya persebaran tenaga medis diakibatkan oleh sikap pilih-pilih tempat kerja oleh para dokter. Ini membuat terdapat kabupaten atau kota yang kelebihan dokter, sedangkan di daerah pedalaman kekurangan tenaga medis.

Seharusnya, sebagai salah satu profesi yang mulia, dokter harus menunjukkan profesionalisme dan ketulusan hatinya untuk mengabdi kepada masyarakat dengan bersedia ditempatkan di daerah terpencil sekalipun.

Dengan adanya pemerataan tenaga medis, selain memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat, bagi dokter, ini juga akan sangat berguna ketika wacana ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada 2015 diberlakukan.

Dengan luas geografi dan jumlah penduduk yang besar, membuat Indonesia menjadi pasar potensial bagi serbuan tenaga kesehatan asing. Apalagi masih banyak bagian yang belum banyak digarap oleh tenaga medis dalam negeri seperti dokter spesialis di bidang anak, bedah, dan gigi.

Bila pemerataan ini tidak diatasi, keberadaan dokter dalam negeri yang setiap tahunnya meningkat dipastikan akan terancam. Berdasarkan data Kemenkes, setidaknya terdapat 100 ribu dokter yang terdaftar di registrasi Konsil Kedokteran Indonesia.

Oleh karenanya, daripada menumpuk di kota-kota besar dan belum tentu bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, akan lebih baik bila mengabdi di daerah-daerah. Kementrian Kesehatan sendiri bahkan terkesan tidak mau tahu dengan persoalan persebaran dokter di Indonesia yang tidak merata ini. Tidak ada kebijakan yang secara tegas mengatur dokter dan dapat menjadi solusi bagi penyelesaian persoalan tersebut.

Mungkin pemerintah dan dokter-dokter baru akan bertindak nyata dan berubah pikiran ketika media-media banyak mengekspos berita tentang masyarakat pedalaman yang ternyata tidak mendapatkan pelayanan dari dokter. Kalau sudah begitu, di manakah posisi negara kepada rakyatnya? Dan ke manakah ikrar Janji Muda Dokter ketika mengenyam pendidikan di bangku kuliah dahulu?

Toh, layanan kesehatan untuk penduduk dijamin undang-undang. Kepala negara dan pemerintah wajib memberikan jaminan perlindungan tersebut.

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar