Pangan

Jamu, Warisan Budaya dan Aset Nasional Potensial

jamu
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua dunia setelah Brazil. Negeri ini memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri pengobatan tradisional yang mampu menandingi bahkan mengalahkan obat-obatan kimia dan obat tradisional Cina yang beredar di Indonesia.

Dokumen Kebijakan Obat Tradisional (Kontranas) tahun 2006 mencatat ada 30.000 jenis tumbuhan yang teridentifikasi di negeri ini. 7500 di antaranya tergolong sebagai tanaman obat. Dengan memanfaatkan sumber alam yang melimpah itu, tentu jamu akan memiliki daya saing tinggi dengan obat-obatan yang mengandung unsur kimia.

Masyarakat Indonesia sudah sejak lama mengenal jamu sebagai obat tradisional turun temurun yang diwariskan dari pengalaman nenek moyang. Adanya kesadaran back to nature yang mewabah akhir-akhir ini menyebabkan penggunaan jamu yang berbahan baku alam mulai dipertimbangkan bila dibandingkan dengan obat farmasi yang berbahan baku kimia. Potensi industri jamu nasional di pasar nasional dan internasional sangat besar.

Menurut peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 246 Tahun 1992, pengertian jamu sendiri adalah obat tradisional yang bahan bakunya simplisia yang sebagian besar belum mengalami standardisasi dan belum pernah diteliti, bentuk sediaan masih sederhana berwujud serbuk seduhan, rajangan untuk seduhan, dan sebagainya.

Jamu merupakan obat bahan alam yang disediakan secara tradisional, misalnya dalam bentuk serbuk seduhan, pil, dan cairan yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut dan digunakan secara tradisional. Bentuk jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai dengan klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris saja.

Walaupun tidak teruji secara klinis, jamu telah terbukti kemanjurannya selama berabad-abad. Sebagai tradisi, jamu dipercaya sebagai obat alami yang sangat ampuh untuk berbagai hal. Industri jamu nasional juga melakukan peningkatan kualitas atau mutu jamu, peningkatan kualitas kemasan, dan mencari bahan baku yang murah dan berkualitas baik.

Oleh karenanya, pabrik jamu dan obat-obatan herbal yang menggunakan bahan baku asli Indonesia harus didukung di tengah ketergantungan banyak perusahaan farmasi terhadap bahan baku obat-obatan impor. Selain harganya lebih terjangkau dan terbukti kemanjurannya, jamu juga aman dikonsumsi karena tidak menggunakan bahan baku yang berbahaya. Tidak seperti obat-obatan tradisional Cina yang 98 persennya terdapat kandungan berbahan kimia obat (BKO) tapi tidak manjur bahkan membahayakan tubuh.

Khasiat jamu memang tidak secepat obat kimia karena proses penyembuhan berlangsung secara perlahan dan teratur. Tapi jamu lebih sesuai untuk penyakit metabolik dan degeneratif seperti diabetes, kencing manis, kolesterol, batu ginjal, dan hepatitis (metabolik). Sementara penyakit degeneratif antara lain rematik, asma, ulser (tukak lambung), ambeien, serta pikun.

Keunggulan jamu dibandingkan dengan obat-obatan modern yaitu lebih aman dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Berbeda dengan obat-obatan modern karena jika dikonsumsi secara terus-menerus akan mengakibatkan efek samping yang dapat memicu penyakit baru.

Jamu di Indonesia memiliki keunggulan yang tinggi karena berasal dari kearifan lokal masyarakat serta keragaman hayati yang sangat tinggi. Jamu merupakan produk ekonomi kreatif bangsa Indonesia yang berbasis budaya turun-temurun. Jamu sebagai aset nasional mempunyai dimensi manfaat yang luas baik dari kesehatan, perekonomian dan sosial budaya. Sudah saatnya jamu Indonesia dikembangkan menjadi komoditi yang kompetitif baik ditingkat lokal, regional maupun global.

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar