Industri Hasil Tembakau

RUU Pertembakauan Bisa Batasi Impor Tembakau

rokok
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Tidak seperti PP 109 Tahun 2012, RUU Pertembakauan digadang-gadang mempunyai semangat untuk melindungi petani dan menjamin keberlangsungan industri hasil tembakau. Semangatnya jelas, melindungi petani dan membatasi impor tembakau.

Seperti diketahui, dalam PP 109, petani nasional dihalang-halangi untuk menanam tembakau dengan alasan hipokrit bahwa tembakau membahayakan kesehatan. Sedangkan di sisi lain, konsumsi terhadap produk tembakau mengalami tren peningkatan. Hal ini sangat kontradiktif. Usut punya usut, suplai tembakau untuk mencukupi kebutuhan pasar itu dilakukan dengan melakukan impor tembakau secara besar-besaran.

Kebijakan impor tembakau berdampak pada usaha petani tembakau. Pasar Indonesia bisa-bisa didominasi oleh tembakau asing yang menghancurkan harga tembakau lokal. Parahnya, perusahaan raksasa lebih senang menggunakan tembakau impor karena dinilai mempunyai kualitas lebih baik.

Menurut data APTI, impor tembakau dalam beberapa tahun terakhir selalu melonjak. Pada 2003, volume impor tembakau hanya 23 ribu ton. Sementara, pada 2011 naik menjadi 91 ribu ton dan pada 2012, impor tembakau menembus 100 ribu ton.

Dengan semakin meningkatnya jumlah impor, pasar tembakau akan menghilang yang berujung pada gulung tikarnya ribuan pabrik kretek lokal. Selain itu, impor tembakau juga menunjukkan bahwa pemerintah lebih peduli dengan modal asing dibandingkan dengan rakyatnya sendiri.

Oleh sebab itu, pemerintah harus berani membuat regulasi dalam RUU Pertembakauan yang membatasi impor tembakau. Caranya yakni dengan mengatur berapa volume impor yang diperbolehkan atau diizinkan masuk dalam pasar Indonesia.

Pemerintah juga dapat melindungi petani tembakau dan produknya dengan mengendalikan jumlah produksi maksimal petani tembakau untuk kemudian diatur dan dijamin pasokannya kepada produsen dalam negeri.

Lalu, ketika kebutuhan tembakau yang dihasilkan oleh petani tembakau tidak tercapai, maka barulah perlu untuk melakukan impor. Tentu dengan catatan, volume impor tersebut juga ditentukan atau dibatasi oleh pemerintah agar tidak mematikan produk tembakau dalam negeri.

Sumber gambar: Eko Susanto via Flickr

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar